“Bagaimana nama “Faroka” muncul?” Pertanyaan ini diajukan wartawan kepada P. J. van den Broek (pemegang kuasa umum dan kemudian wakil direktur Faroka) :
“Saya masih ingat persis kejadiannya, kami berdua sedang duduk bersama suatu malam, tuan G. Visser (direktur Faroka) dan saya. Saat itu masih masa persiapan di Belanda, dan kami sedang memikirkan sebuah nama.” Lalu tuan Visser tiba-tiba mendapat ide.” “Saya dapat!” teriaknya… “Fabriek Roko Kertas“, disingkat jadi “Fa-Ro-Ka!” “Hebat!” seru saya… dan nama “Faroka” itu kemudian ditetapkan.
Versi lain muncul pada hari pembukaan 2 April 1932, ketika tuan Zuyderhoff, sebagai pelaksana tugas Walikota Malang, mendoakan kesejahteraan bagi semuanya dan memberikan penjelasan yang berbeda dalam pidatonya. Faroka berarti : “Far O. K.“, yang artinya “jauh dan OK“. Mungkin maksudnya adalah tujuan jangka panjang perusahaan yang bertujuan baik, dan itu sentuhan yang bagus!
Namun asal usulnya yang sebenarnya adalah dari kata: “Fabriek Roko Kertas” atau disingkat “Faroka” atau lengkapnya : “N.V. Cigarettenfabriek Faroka” (Soerabaijasch handelsblad, 02-04-1935)

Postingan Terkait :
Album Foto Pabrik Rokok “FAROKA” Malang dan Keterangan Proses Produksinya

