Dari berita koran kuno, De Indische Courant, edisi Selasa, 29-01-1935, jalan-jalan di kota Probolinggo diusulkan untuk dibagi menjadi 4 kelas jalan, yaitu : Kelas I, II, III, dan IV. Klasifikasi jalan ini diusulkan oleh Ferdinand Edmond Meijer, Walikota pertama Probolinggo, dengan persetujuan Komisi Keuangan kepada Dewan Kota Probolinggo. Dengan tujuan untuk menghitung pajak jalan sesuai kapasitas jalan dan kepentingannya.
Berdasarkan berita tersebut, dapat diketahui data 60 (enam puluh) nama-nama jalan kuno/lama di kota Probolinggo, yaitu pada era Pemerintahan Hindia Belanda. Nama lama disini menggunakan berbagai istilah “Jalan” dalam bahasa Belanda, seperti : “Straat“, “Weg“, “Laan“, “Gang“, serta ada juga “Passage“, yang juga berarti “Jalan/Laluan“.

Pada tabel dibawah ini dilihat dapat : No Jalan, Kelas Jalan, Nama Era Kolonial, dan Nama Jalan Sekarang. Dengan diskusi dengan pemerhati sejarah kota Probolinggo, bapak Edi Martono, nama-nama jalan lama telah kami coba telusuri nama jalan barunya.
No, Kelas Jalan, Nama Dulu, Nama Sekarang :
1. I, Groote Postweg van den Achterweg af tot aan de S. S.-kruisinghalte Djati, Jalan Panglima Sudirman
2. I, Heerenstraat, Jalan Suroyo
3. I, Zeestraat, Jalan Dr. Moch. Saleh
4. I, Chineesche Voorstraat, Jalan Dr. Sutomo
5. I, Paradijsstraat, Jalan Suyoso
6. I, Paradijsstraat van Groote Postweg af tot Oosterstraat, Jalan Suyoso
7. I, Passerdwarsstraat, Jalan Brigjen. Katamso
8. II, Bromostraat, Jalan D.I. Panjaitan
9. II, Arabische Voorstraat, Jalan Dr. Wahidin
10. II, Gang Pen, Jalan Kolonel Sugiono
11. II, Missigitlaan, Jalan KH. Agus Salim
12. II, Gevangenislaan, Jalan Trunojoyo
13. II, Passerstraat van Oosterstraat af tot Verlengde Regentstraat, Jalan Brigjen. Katamso
14. II, Klentengstraat, Jalan WR. Supratman
15. II, Spoorstraat, Jalan KH. Mansyur
16. II, Regentstraat, Jalan Ahmad Yani
17. II, Schoolstraat van Bromostraat af tot Klentengstraat, Jalan Imam Bonjol
18. II, Landraadstraat, Jalan Mas Suharto
19. II, Zuiderstraat, Jalan Pahlawan
20. II, Boomstraat, Jalan Tanjung Tembaga
21. II, Oosterstraat van Chineesche Voorstraat af tot Klentengstraat, Jalan Teuku Umar
22. II, Verlengde Regentstraat van Chineesche Voorstraat af tot Klentengstraat en Ketapanweg, Jalan Ahmad Yani
23. II, Groote Postweg van de Westgrens van de gemeente af tot den Achterweg Jalan Panglima Sudirman
24. II, Groote Postweg van de S. S.-kruising-halte Djati af tot de Oostgrens van de gemeente, Jalan Panglima Sudirman
25. III, Nieuwstraat, Embong Anyar??
26. III, Jongstraat Jalan Prajurit Siaman
27. III, Verlengde Zeestraat, Jalan Ikan Hiu
28. III, Westerstraat, Jalan Pahlawan (Brak)
29. III, Maleische straat, Jalan Dr. Wahidin
30. III, Middenstraat, Jalan Imam Bonjol
31. III, Wonoasihweg Jalan HOS Cokroaminoto
32. III, Verlengde Chineesche Voorstraat, Jalan Dr. Sutomo
33. III, Bentengweg, Jalan Lumba-Lumba
34. III, Passage-West, Jalan Nusa Indah
35. III, Station Karrenweg, Jalan Ikan Belanak
36. III, Noordstraat Jalan, Ikan Tengiri
37. III, Soemberpatjarweg, Jalan Arief Rahman Hakim
38. III, Loemadjangweg, Jalan KH. Hasan Genggong
39. IV, Tisnoweg, Jalan Sutan Syahrir
40. IV, Lombokanweg ??
41. IV, Gajamweg, Kampung Gayam??
42. IV, Sapianweg, Pasar/peternakan sapi??
43. IV, Kebonsariweg, Jalan KH. Abdul Hamid
44. IV, Serangweg, Jalan Slamet Riadi
45. IV, Kerkhoflaan Jalan Letjend. Suprapto
46. IV, 1e Djatilaan, Jalan Gatot Subroto
47. IV, Verlengde Regentstraat van Klentengstraat en Ketapanweg af tot de gemeentegrens, Jalan Basuki Rahmad
48. IV, Ketapanweg, Jalan Pattimura
49. IV, Gang Keles I, Gang Keles I
50. IV, Gang Keles II, Gang Keles II
51. IV, Gang Keles III, Gang Keles III
52. IV, Schoolstraat van Klentengstraat af tot de 1e Djatilaan, Jalan Imam Bonjol
53. IV, Oosterstraat van Klentengstraat af tot de 1e Djatilaan, Jalan Imam Bonjol
54. IV, Achterweg, Jalan Anggrek
55. IV, Karrenstraat, Jalan KH. Abdul Hamid
56. IV, Karrenweg, Majangan Jalan Ikan Tongkol
57. IV, Havenstraat, Jalan Tanjung Tembaga
58. IV, Passage-Oost, Jalan Basuki Rahmad
59. IV, Soemberkarengweg, Jalan Brantas
60. IV, Weg achter Europeesche Begraafplaats van Klentengstraat af tot de 1e Djatilaan, Jalan Cut Mutiah
Pada peta lama kota Probolinggo tahun 1946, beberapa nama jalan telah ditulis, seperti : “Weduwe Straat” (jalan Janda), “Zeestraat“, yang kemudian berubah menjadi jalan “Laut” dan kini jalan “Dr. Moch. Saleh“. “Zuidstraat” (jalan Selatan), kini jalan “Pahlawan“. “Chineesche Voorstraat” (Jalan Pecinan bagian depan), kini bernama Jalan “Dr. Sutomo“.

Gang Keles
Beberapa nama jalan dapat ditemukan dengan mudah, seperti misalnya “Missigitlaan” (jalan Masjid), kini jalan “KH. Agus Salim“. “Gevangenislaan” (jalan Penjara), kini bernama jalan “Trunojoyo“, dll.
Yang paling menarik adalah “Gang Keles I, II, dan III“. Adalah satu-satunya nama jalan yang belum pernah berrubah, sejak era kolonial hingga kini. Dengan demikian “Gang Keles” adalah satu-satunya nama jalan era jaman Belanda, yang diketahui bertahan sampai sekarang.

Daya Tarik Wisata
Untuk menambah daya tarik wisata, serta edukasi sejarah asal-usul nama jalan, beberapa kota menulis nama jalan lama dibawah nama jalan baru. Sebagai contoh di Malang, “Smeroestraat” ditulis dibawah nama jalan “Semeru“.

Sumber : De Indische courant, 29-01-1935

