Ini adalah sebuah judul lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Wieteke van Dort (16-Mei-1943 – 15-Juli-2024), yang dikenal juga sebagai “Tante Lien“. Seorang penyanyi Belanda keturunan Indo yang lahir di Surabaya.

Lagu ini menggambarkan perasaan sedih dan pilu para orang Belanda/Indo yang harus meninggalkan “Indie” atau Hindia Belanda (sekarang Indonesia), setelah perang kemerdekaan tahun 1945–1949. Kebanyakan karena sangat terpaksa, karena situasi politik pasca-perang. Juga ungkapan nostalgia dan duka bagi generasi Indo-Belanda yang dilahirkan atau tinggal lama di Hindia Belanda, tapi terpaksa harus “pulang” ke Negeri Belanda setelah Indonesia merdeka. Banyak dari mereka yang masih merasakan Hindia adalah sebagai “tanah impian“.

Dalam bahasa Belanda, “afscheid” artinya “perpisahan” atau “selamat tinggal“, sering kali digunakan dalam konteks formal atau untuk mengucapkan perpisahan yang lebih permanen/serius. Berbeda dengan “tot ziens” (sampai jumpa) yang lebih kasual, atau “doei/dag” (dadah/bye) yang sangat santai. Kata ini bisa juga berarti “pamit” atau perpisahan dalam arti khusus, atau dengan kata lain sangat kecil kemungkinan untuk berjumpa lagi.

Di bagian tengah lagu diselipkan nama-nama Kapal Uap (SS=Stoomschip) penumpang besar (troepenschip/repatriëringschip) atau disebut di lagu ini sebagai “de zeereuzen” (raksasa laut) milik perusahaan seperti : Rotterdamsche Lloyd, SMN, KPM, yang digunakan untuk mengangkut tentara, pegawai kolonial, dan keluarga pulang ke Belanda. Antara lain SS : Oranje, Willem Ruys, Sibajak, Dempo, Groote Beer, Zuiderkruis, Johan van Oldenbarnevelt

Di bagian akhir sebelum penutup disebutkan jalur klasik perjalanan via laut dari Hindia ke Belanda (Eropa). Dimulai dari Tanjung Priok (Batavia) hingga berakhir di Rotterdam.

Lagu ini sangat emosional bagi komunitas Indo di Belanda, sering dinyanyikan di acara reuni atau Tong Tong Fair.

Foto-foto Wieteke van Dort pada tahun 2013. Sumber : Majalah Moesson,

Terjemahan Lagu :

Berikut ini terjemahan baris per baris :

Afscheid van Indië – Selamat tinggal Hindia

Wat heeft het voor zin – Untuk apakah ini semua

Hoe moet het nu verder – Bagaimana kelanjutannya sekarang

Met ‘t land dat ik bemin – Dengan tanah yang kucinta

Dag baboe, dag djongos – Selamat tinggal babu, selamat tinggal jongos

Het ga jullie goed – Semoga kalian baik-baik saja

Land van mijn droom – Tanah impianku

Ik ga omdat ik moet – Aku pergi karena aku harus pergi

Afscheid van Indië – Selamat tinggal Hindia

Vaak ongewild – Takdir yang tidak diinginkan

Verzet blijft van binnen – Penolakan tetap ada di dalam hati

De tijd maakt ons mild – Waktu membuatnya memudar

Maar altijd zal blijven – Tapi akan selalu kuingat

Het beeld van die tijd – Gambaran dari masa itu

Het houdt je gevangen – Tak akan pernah hilang

Je raakt ‘t niet kwijt – Kau tak bisa melepaskannya

Nee, ze zijn er niet meer – Tidak, mereka sudah tidak ada lagi

Ze zijn er niet meer – Mereka sudah tidak ada lagi

De zeereuzen van weleer – Raksasa-raksasa laut di masa lalu

Ze brachten ons naar Holland – Mereka membawa kami ke Belanda

En we keerden niet weer – Dan kami tidak pernah kembali

Link Youtube

Postingan Terkait :

Saat-saat Terakhir KPM di Indonesia

Enam Gelombang Eksodus

Kapal sebagai Simbol Repatriasi