“Kerajaan Hyang” – Dataran Tinggi Terindah di Hindia Belanda

“Kerajaan Hyang” – Dataran Tinggi Terindah di Hindia Belanda

Artikel ini merupakan lanjutan dari seri liputan pada tahun 1935 oleh M.-Redacteur alias tuan M(isset) dari De Indische Courant, ditulis pada awal tahun 1936. Tuan I. H. Misset menulis tentang upaya A. J. M. Ledeboer membuka Dataran Tinggi Hyang untuk wisata alam...
Semakin Serius Dengan Hyang (Bagian VI – Terakhir)

Semakin Serius Dengan Hyang (Bagian VI – Terakhir)

Membuka Akses Rencana Hotel dan Bandara Tertinggi di Hindia Hyang telah menarik perhatian penulis artikel-artikel ini selama bertahun-tahun, dan sebagai jurnalis alam, ia selalu berharap untuk berkunjung lagi. Namun, karena izin harus diminta dan seorang editor harus...
Kabut Disekitar Hyang (Bagian V)

Kabut Disekitar Hyang (Bagian V)

Hak Guna Usaha (Erfpacht) Ledeboer Sejarah Awal dan Investigasi pemerintah. Kabut misterius yang menyembunyikan dataran Hyang dari pandangan disebabkan oleh dua keadaan. Pertama, karena letaknya yang terpencil, hanya ada dua jalur yang menuju ke puncaknya, jalur yang...
Kondisi Satwa Liar di Hyang (Bagian IV)

Kondisi Satwa Liar di Hyang (Bagian IV)

Melawan kebakaran dan perburuan liar! Beginilah keadaannya di masa lalu. Padang rumput tertinggi disebut “Herterdal” dalam karya Dr. Groneman. Namun, nama ini tidak dikenal di Dataran Tinggi Hyang dan karena itu telah hilang. Karena seluruh dataran adalah...
Kerajaan “Raja Ledeboer” (Bagian III)

Kerajaan “Raja Ledeboer” (Bagian III)

Tipe Lanskap Kabut telah memenangkan pertempuran melawan cahaya. Suasana kelabu menyelimuti sekeliling. Jalan yang tadinya relatif lebar kini menjadi sempit dan licin, sehingga kami hanya bisa melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Hutan itu kini hanya mengenal...
Perjalanan ke Hyang (Bagian II)

Perjalanan ke Hyang (Bagian II)

Mendaki Gunung, Dulu dan Kini Setelah berpamitan dengan tuan rumah kami, tuan Ledeboer, kami berkendara melalui Klakah menuju Probolinggo, lalu berbelok ke jalan menuju Maron di tengah perjalanan antara kedua tempat tersebut. Sedikit lebih jauh dekat Pekalen, sebuah...
Taman Para Dewa (Bagian I)

Taman Para Dewa (Bagian I)

Pada kuarter awal tahun 1935, seorang jurnalis dengan nama M.-Redacteur dari De Indische Courant melaporkan serial perjalanannya mengunjungi tuan A. J. M. Ledeboer. M.-Redacteur adalah nama samaran dari I. H. (M)isset, seorang pensiunan polisi yang tinggal di wisma...
Riwayat Para Walikota (Burgemeester) Pasuruan Era Kolonial

Riwayat Para Walikota (Burgemeester) Pasuruan Era Kolonial

Sejak dibentuk Dewan Kota (Gemeenteraad) pada tahun 1918, Kota Pasuruan harus menunggu 10 tahun untuk mempunyai seorang Walikota (Burgemeester), yaitu pada tahun 1928. Hal ini ditetapkan berdasarkan Staatsblad No. 411 tahun 1928, bersama dengan 9 kota lainnya : Tegal,...
Riwayat Para Penguasa (Residen) di Pasuruan

Riwayat Para Penguasa (Residen) di Pasuruan

Seorang Residen menjadi penguasa penjajahan tertinggi sekaligus mewakili Gubernur Jenderal Hindia Belanda di wilayah kekuasaannya. Residen pun menjadi wakil dan lambang Pemerintah Hindia Belanda di karesidenannya dengan...
Asal-usul Nama Pabrik Rokok “FAROKA” Malang

Asal-usul Nama Pabrik Rokok “FAROKA” Malang

“Bagaimana nama “Faroka” muncul?” Pertanyaan ini diajukan wartawan kepada P. J. van den Broek (pemegang kuasa umum dan kemudian wakil direktur Faroka) : “Saya masih ingat persis kejadiannya, kami berdua sedang duduk bersama suatu malam,...
Arsitek Karel H. G. Bos

Arsitek Karel H. G. Bos

Sebuah situs yang didedikasikan khusus untuk mengenang dan menghormati asitek terkenal di Malang, Karel H. G. Bos (29-Nov-1903 – Jul-1943), dipersembahkan oleh cucu tertua beliau Elsje Bos. Beberapa bangunan komersial terkenal di Malang hasil karyanya seperti :...
Makam Mantan Residen Pasuruan Ditemukan di Jakarta (Batavia)

Makam Mantan Residen Pasuruan Ditemukan di Jakarta (Batavia)

Salah satu makam terindah yang ada di Museum Taman Prasasti Jakarta, ternyata adalah makam mantan Residen Pasuruan. Residen tersebut adalah Dirk Antonius Varkevisser (11 Juli 1800 – 4 Januari 1857). Museum Taman Prasasti adalah sebuah museum yang terletak...
Peluncuran Buku Trilogi Jelajah Kuburan Londo

Peluncuran Buku Trilogi Jelajah Kuburan Londo

Alhamdulillah beberapa rangkaian acara peluncuran buku ketiga saya tentang “Jelajah Kuburan Londo” telah selesai dilalui : – Peluncuran buku bertepatan dengan Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Halaman Depan Balai Kota Malang,...
Makam Junghuhn Pernah Dibongkar !

Makam Junghuhn Pernah Dibongkar !

Franz Wilhelm Junghuhn (1809–1864), adalah seorang ilmuwan Jerman-Belanda yang dikenal sebagai dokter, geolog, botanis, dan penjelajah yang memberikan kontribusi besar dalam studi alam dan budaya di Hindia Belanda, khususnya di Pulau Jawa. Hampir semua gunung di pulau...
Laporan Situasi Kota Pasuruan Era Jepang 1943

Laporan Situasi Kota Pasuruan Era Jepang 1943

Sebuah laporan keadaan di Kota Pasuruan dibuat oleh NEFIS, pada masa pendudukan Jepang tahun 1943. NEFIS (Netherlands East Indies Forces Intelligence Service) adalah badan khusus intelijen Belanda yang bermarkas di Brisbane, Australia. Laporan dibuat berdasarkan...
Kamp Interniran atau Kamp Bersiap di Pasuruan

Kamp Interniran atau Kamp Bersiap di Pasuruan

“Masa Bersiap” adalah sebuah istilah media massa Belanda tahun 1945-1947. Sebuah periode dalam masa perang Kemerdekaan Republik Indonesia atau peralihan kekuasaan antara Tentara Kekaisaran Jepang di satu pihak ke Tentara Sekutu atau Republik Indonesia di...
Kamp Interniran atau Kamp Bersiap di Kota Malang

Kamp Interniran atau Kamp Bersiap di Kota Malang

Berbagai tempat di Kota Malang sebagai “Kamp Interniran” atau “Kamp Bersiap” pada periode tahun 1945-1947, tercatat ada di 5 lokasi : 1. De Wijk Kamp De Wijk, sebutan lainnya : Bergenbuurt, Bergenkamp, Goentoerwijk, Goentoerkamp dan Kamp Malang yang...