Di pusat Kota Pasuruan tepatnya di Heerenstraat (kini Jl. Balaikota), terdapat sebuah bangunan bersejarah yang telah melalui berbagai fungsi selama lebih dari satu abad. Bangunan ini pernah menjadi Hotel Neuf pada akhir abad ke-19, kemudian bertransformasi menjadi rumah tinggal keluarga Kwee, dan akhirnya dikenal sebagai Toko Meubel “Quick” yang masih beroperasi hingga saat ini.
Berdasarkan data resmi dari Cagar Budaya Kota Pasuruan (No. Reg 384/PSA/2012), bangunan ini ditetapkan sebagai cagar budaya dengan karakteristik situs berupa bangunan rumah tinggal.
Hotel Neuf : Penginapan di Heerenstraat
Hotel Neuf didirikan sekitar akhir abad ke-19 (1890-an). Nama “Neuf” yang diambil dari bahasa Prancis berarti “Baru“, kemungkinan untuk memberi kesan modern dan Eropa di mata para tamu. Keberadaan hotel ini terdokumentasi dalam:
- Iklan koran Soerabaijasch Handelsblad (10 Januari 1902) yang menawarkan kamar luas, makanan enak, harga pantas, dan melayani tamu transit.
- Kartu pos lama terbitan Toko Mevrouw Dencher, Pasoeroean (sekitar 1905) yang menampilkan foto Hotel Neuf di Heerenstraat.
Fasilitas Hotel Neuf berdasarkan iklan 1902:
- Kamar luas dan lapang (ruime, luchtige kamers)
- Makanan enak (goede tafel)
- Harga pantas (billijke prijzen)
- Melayani tamu transit (ook voor doortrekkenden)
Hotel ini dengan bangga menyebut dirinya “beleefd aanbevolen” (sangat direkomendasikan).

Peralihan Kepemilikan ke Keluarga Kwee (1907)
Berdasarkan data Cagar Budaya Kota Pasuruan, bangunan ini berdiri pada tahun 1907 dan dimiliki oleh keluarga Kwee hingga saat ini. Keluarga Kwee, bersama keluarga Han, merupakan salah satu keluarga terkemuka (konglomerat) di Pasuruan pada masa kolonial. Mereka diberi keistimewaan oleh Pemerintah Hindia Belanda di bidang perdagangan dan pajak, menguasai perdagangan hasil bumi, dan ditunjuk untuk mengatur tata niaga opium.
Setidaknya ada 3 (tiga) anggota keluarga Kwee pernah menjabat sebagai Kapitein der Chineezen (Kapten Cina) di Pasuruan:
- Kwee Sioe Liem (1868–1880)
- Kwee Sik Po (1886–1926), gelar kehormatan (Tutulair) Major
- Kwee Khoen Ling (1926 hingga diberhentikan dengan hormat pada 1933, Kapten Cina terakhir)
Setelah itu Kwee Khoen Ling sempat tinggal di Surabaya, namun kembali menetap di kawasan Heerenstraat Pasuruan pada tahun 1934, diduga kuat di bangunan eks Hotel Neuf ini.
Catatan: Terdapat perbedaan tahun antara Hotel Neuf (beroperasi sekitar 1890–1905) dan tahun pendirian bangunan menurut data cagar budaya (1907). Namun bukti tertulis jelas bahwa hotel Neuf sudah beroperasi sejak tahun 1890-an.
Kwee Tik Swan: Tokoh Masyarakat Tionghoa Pasuruan
Kwee Tik Swan (kemudian dikenal sebagai Swananda Kartawinata) adalah anggota keluarga Kwee yang berperan penting dalam sejarah Mebel Quick. Ia tercatat sebagai tokoh aktif dalam organisasi masyarakat Tionghoa di Pasuruan:
- September 1947: Sebagai Wakil Ketua Chung Hwa Chung Hui di Pasuruan, ia bersama ketua Oei Tik Tjong memberikan hadiah kepada Komandan Militer setempat sebagai ungkapan terima kasih atas perlindungan kepada komunitas Tionghoa. (Nieuwe Courant, 9 September 1947)
- Desember 1948: Sebagai Ketua cabang Pasoeroean dari Chung Hua Tsung Hui, ia berbicara mewakili komunitas Tionghoa dalam upacara pemakaman Bupati Pasuruan (R. M. T. P. Darko Soegondo pada 7 Desember 1948). Mengoreksi pemberitaan sebelumnya yang ditulis Han Sien Kong (De vrije pers, 10 Desember 1948)
Jejak ini menunjukkan bahwa Kwee Tik Swan adalah figur terhormat dan berpengaruh di kalangan masyarakat Tionghoa Pasuruan pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia.
Berdirinya Pabrik Kayu “Quick” (1947)
Pada tahun 1947, sebuah pabrik kayu mekanis bernama “Quick” berdiri di bekas lokasi Hotel Neuf. Menurut berita Nieuwe Courant (24 Desember 1947):
- Pabrik ini resmi dibuka dan menyerap sekitar 300 tenaga kerja Indonesia.
- Dari sisi sosial, ini sangat penting karena memberikan pendapatan tetap bagi 300 keluarga yang sangat membutuhkan pekerjaan dan ketenteraman pasca-perang.
- Produk yang dihasilkan meliputi: mebel, peti kemas, pintu, jendela, kusen, bodi kendaraan, dan segala macam pekerjaan kayu.
- Slogan perusahaan: “On Quality We Stand – On Service We Depend“ (Kami berdiri di atas kualitas – kami bergantung pada pelayanan).
Inilah tahun berdirinya Mebel Quick yang sesungguhnya: 1947.

Pendaftaran Resmi Meubel Quick (1954)
Pada tahun 1954, Kwee Tik Swan secara resmi mendaftarkan perusahaan “Meubel Quick” di Kotapraja Pasuruan. Pendaftaran ini tercatat pada tanggal 15 Mei 1954 dengan nomor registrasi 17.260/14/25/52. Pendaftaran ini kemungkinan merupakan formalitas administratif pasca-revolusi kemerdekaan, atau pengakuan hukum atas kepemilikan pabrik “Quick” oleh Kwee Tik Swan. Dengan demikian:
Mebel Quick berdiri sejak 1947, dan secara resmi terdaftar di Kotapraja Pasuruan pada tahun 1954.
Masa Kejayaan Mebel Quick dan Kawasan Heerenstraat (1970-an – 1980-an)
Mebel Quick mencapai puncak kejayaannya pada era 1970-an hingga 1980-an. Pada periode ini, kawasan Heerenstraat (Jl. Balaikota) di sekitar Mebel Quick menjadi pusat perdagangan mebel yang sangat ramai. Hari Jumat dan Sabtu merupakan hari transaksi utama, di mana jalanan dipenuhi oleh berbagai kendaraan pengangkut mebel, seperti: Truk, Pikap, Becak dan dokar. Para pembeli datang dari berbagai daerah di Jawa Timur maupun dari luar pulau.
Peralihan ke Sentra Industri Mebel Bukir (sejak 1990-an)
Memasuki era 1990-an, kondisi ramai yang sebelumnya terjadi di kawasan Heerenstraat mulai beralih ke Sentra Industri Mebel di Bukir (juga di Pasuruan). Mebel yang diperdagangkan umumnya dibuat di rumah-rumah penduduk sebagai usaha turun-temurun. Sejak saat itu, pusat perdagangan mebel Pasuruan berpindah ke Bukir, sementara kawasan sekitar Mebel Quick mulai meredup.
Meskipun demikian, Mebel Quick sendiri tetap bertahan di lokasinya yang bersejarah di Jl. Balaikota No. 14, berbeda dengan banyak industri mebel lain yang sudah tutup.
Kondisi Terkini: Cagar Budaya yang Tetap Beroperasi
Hingga saat ini, Mebel Quick masih bertahan di lokasi yang sama: Jl. Balaikota No. 14, Desa Kandangsapi, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.
Bangunan ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Pasuruan dengan data:
- No. Reg Lama: 384/PSA/2012
- Luas bangunan: 2,56 m²
- Status: Pribadi
- Karakteristik Situs: Bangunan dengan fungsi rumah tinggal
- Batas-batas: Utara (Rumah Dinas Wakil Walikota), Barat (Rumah Dinas PPP), Selatan (Jl. Balaikota), Timur (Rumah Warga)
- Pengelola/Pemilik saat ini: Hendro Danu Saputro
Meskipun aktivitasnya tidak seramai era 1970-an dan 1980-an, Mebel Quick tetap menjadi salah satu ikon sejarah di Kota Pasuruan.
Kesimpulan
Perjalanan bangunan di Jl. Balaikota No. 14 Pasuruan mencerminkan dinamika sejarah yang panjang:
| Periode | Fungsi / Peristiwa | Keterangan |
|---|---|---|
| ±1890–1905 | Hotel Neuf | Penginapan di Heerenstraat |
| 1905 | Kartu pos Hotel Neuf | Diterbitkan oleh Toko Mevrouw Dencher |
| 1907 | Hotel | Beralih ke keluarga Kwee |
| 1947 | Pabrik kayu “Quick” BERDIRI | Berita Nieuwe Courant: 300 tenaga kerja |
| 1947 | Kwee Tik Swan aktif di Chung Hwa Chung Hui | Wakil ketua organisasi Tionghoa Pasuruan |
| 1948 | Kwee Tik Swan ketua Chung Hua I Tsung Hui | Mewakili Tionghoa di pemakaman Bupati R.M.T.P. Darkosugondo. |
| 1954 | Meubel Quick terdaftar resmi | Kwee Tik Swan mendaftarkan ke Kotapraja |
| 1970-an – 1980-an | PUNCAK KEJAYAAN | Kawasan Heerenstraat sekitar Mebel Quick menjadi pusat perdagangan mebel yang sangat ramai; transaksi utama hari Jumat-Sabtu |
| Sejak 1990-an | Peralihan ke Bukir | Pusat perdagangan beralih ke Sentra Industri Mebel Bukir; kawasan Heerenstraat mulai meredup |
| 2012 | Cagar Budaya | Terdaftar dengan No. Reg 384/PSA/2012 |
| Saat ini | Masih bertahan | Dikelola oleh Hendro Danu Saputro |
Dari hotel kolonial, rumah keluarga Tionghoa, pabrik kayu pasca-kemerdekaan, hingga sentra mebel ekspor dan cagar budaya—bangunan ini adalah saksi bisu perjalanan Pasuruan selama lebih dari 120 tahun.
Mebel Quick, yang berdiri sejak 1947, mencapai puncak kejayaannya pada era 1970-an dan 1980-an sebagai pusat perdagangan mebel di kawasan Heerenstraat. Sejak era 1990-an, pusat perdagangan beralih ke Bukir, namun Mebel Quick tetap bertahan sebagai warisan berharga Kota Pasuruan hingga saat ini.


