RINGKASAN EKSEKUTIF
Laporan ini menyajikan analisis mendalam terhadap data 915 makam Eropa di Malang yang tercatat dalam dokumen sejarah. Berdasarkan buku“Genealogische en heraldische gedenkwaardigheden betreffende Europeanen op Java” Karya P.C. Bloys van Treslong Prins (1934-1939). Rentang waktu pemakaman mencakup 80 tahun, dari tahun 1855 hingga 1935. Data berasal dari dua lokasi :
(1) Pemakaman lama di tepi Brantas. (2) Pemakaman Klodjenlor yang terbagi dalam 15 bagian (vak).


Temuan Utama:
- Makam tertua: Ernst Reck (28 Oktober 1855) di Brantas
- Makam termuda: Simon Willem Camerik (29 Januari 1935) di Klodjenlor
- Usia tertua: Mevr. H.E. Moreau-Nettekoven (91 tahun, +1929)
- Angka kematian anak: 25-40% dari total makam
- Asal geografis: Belanda, Jerman, Inggris, Prancis, Italia, Armenia-Persia
- Tokoh penting: Residen, Asisten Residen, bangsawan, militer berpenghargaan, pengusaha perkebunan, pemuka agama, dll.
BAB I: GAMBARAN UMUM PEMAKAMAN
1.1 Pemakaman Brantas
Pemakaman Eropa tertua di Kota Malang yang berada di tepi Sungai Brantas, aktif sekitar 1855-1870. Sebanyak 37 makam tercatat dari lokasi ini.
Karakteristik:
- Didominasi militer dan pejabat awal
- Makam sederhana, minimalis
- Bahasa Belanda dominan, beberapa Inggris
1.2 Pemakaman Klodjenlor
Pemakaman yang lebih baru yang terbagi dalam 15 vak, aktif sekitar 1870-1935. Sebanyak 878 makam tercatat dari lokasi ini.
Karakteristik per vak:
- Vak I-II (1870-1880-an): Makam awal, masa transisi
- Vak III-VII (1880-1890-an): Puncak pertama populasi Eropa
- Vak VIII-X (1890-1900-an): Stabil, komunitas berkembang
- Vak XI-XII (1910-an): Dominasi makam 1918 (Flu Spanyol)
- Vak XIII-XV (1920-1930-an): Makam-makam akhir
BAB II: MAKAM TERTUA DAN TERMUDA
2.1 Makam Tertua di Brantas
| No | Nama | Tanggal Kematian | Profesi | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Ernst Reck | 28 Oktober 1855 | Kapten Infanteri (pensiunan) | Makam TERTUA dalam seluruh dokumentasi |
| 2 | Franciscus Bellanger | 16 Mei 1859 | – | Lahir Maastricht 1799 |
| 3 | Boy Jensen | 29 April 1860 | “De heer” (Tuan) | Usia 55 tahun |
| 4 | J.P. Olie-Willink | 18 Oktober 1860 | – | Jeannette Petronella Willink |
| 5 | Guillaume Louis Baud | 20 Juli 1862 | – | Lahir Semarang, meninggal 22 tahun |
2.2 Makam Termuda di Brantas
| No | Nama | Tanggal Kematian | Usia | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Charlotte Elisabeth Piron Von Franquemont | 23 Juli 1868 | 71 | Lahir Surabaya 1797 (era VOC) |
| 2 | Frederik Coppen | 11 Juli 1868 | – | Keluarga berlanjut di Klodjenlor |
2.3 Makam Tertua di Klodjenlor
| No | Nama | Tanggal Kematian | Profesi | Usia |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Pieter Johanes Mouthaan | 23 Desember 1873 | – | 55 |
| 2 | Charles Philippus Lievegoed | 15 April 1874 | Letnan Dua Artileri | 24 |
| 3 | Henri Tissot de Patot | 6 Mei 1874 | Mayor Cadangan Barisan | 38 |
2.4 Makam Termuda di Klodjenlor
| No | Nama | Tanggal Kematian | Usia | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Simon Willem Camerik | 29 Januari 1935 | 83 | Makam TERMUDA, makam keluarga dengan tiga generasi |
| 2 | Mevr. H.E. Moreau-Nettekoven | 20 Februari 1929 | 91 | USIA TERTUA (91 tahun) |
| 3 | Johan Jacob Berg | 18 Januari 1928 | 79 | Lahir Gresik 1849 |
2.5 Ringkasan Perbandingan
| Parameter | Brantas | Klodjenlor |
|---|---|---|
| Periode Aktif | 1855-1868 | 1873-1935 |
| Makam Tertua | Ernst Reck (1855) | Pieter Johanes Mouthaan (1873) |
| Makam Termuda | Charlotte Elisabeth (1868) | Simon Willem Camerik (1935) |
| Rentang Waktu | 13 tahun | 62 tahun |
| Usia Tertua | 71 tahun | 91 tahun |
| Jumlah Makam | ±37 | 878 |
BAB III: ANALISIS DEMOGRAFI
3.1 Angka Kematian Anak (0-10 Tahun)
Frasa khas untuk anak-anak:
- “onze lieveling” (kesayangan kami)
- “onze kleine lieveling” (kesayangan kecil kami)
- “ons kindje” (anak kecil kami)
- “ons schatje” (harta kecil kami)
Jumlah perkiraan:
- Bayi (0-1 tahun): 50+ makam
- Balita (1-5 tahun): 75+ makam
- Anak (5-10 tahun): 25+ makam
- Total: 150+ makam (16-20% dari total)
Contoh makam anak dengan ungkapan haru:
- Herman Jan Sweep (Vak I, no.89): “Slaap zacht kleine schattebout” (Tidurlah nyenyak, kesayangan kecilku)
- Harrytje van Ham (Vak I, no.98): “Harry kecil van Ham”
- Digna Leonore Von Barnau Sythoff (Vak X, no.538): “ons lief Prulleke” (boneka kecil kami yang manis)
3.2 Dewasa Muda dan Produktif (11-40 Tahun)
Kematian ibu dan anak:
- Sophia Wilhelmina Carolina Gardenier geb. Goetz (Vak I, no.45): Meninggal “dengan anaknya yang lahir mati”
Kematian akibat kecelakaan kerja:
- Joh. Jacobus Brouwer (Vak III, no.212): “meninggal karena kecelakaan”
- Karei Frits Willem Wernas (Vak X, no.572): “jatuh sebagai korban tugasnya”
- M.J. Friso (Vak IV, no.258): “tenggelam” di Malang (seorang pelaut)
3.3 Lansia (60+ Tahun)
| Nama | Usia | Tahun Meninggal |
|---|---|---|
| Mevr. H.E. Moreau-Nettekoven | 91 | 1929 |
| Simon Willem Camerik | 83 | 1935 |
| Johan Jacob Berg | 79 | 1928 |
| Charlotte Elisabeth Piron Von Franquemont | 71 | 1868 |
3.4 Distribusi Jenis Kelamin
- Laki-laki: 450+ makam (disebut dengan profesi, pangkat, gelar)
- Perempuan: 450+ makam (disebut melalui hubungan kekerabatan)
- Tidak teridentifikasi: 15+ makam (bayi tanpa jenis kelamin jelas)
Pola identifikasi perempuan:
- “echtgenoote van” (istri dari)
- “weduwe van” (janda dari)
- “dochter van” (putri dari)
Pengecualian (perempuan dengan identitas mandiri):
- C.A. gravin Von Ranzow geb. Swaab (Vak VIII, no.401): Bangsawati Jerman, dipanggil “malief” (mama sayang)
- Zuster A. Veldkamp (Vak VIII, no.433): Suster
BAB IV: STRUKTUR SOSIAL DAN PROFESI
4.1 Sektor Pemerintahan
| Profesi | Contoh Tokoh | Catatan |
|---|---|---|
| Residen | Wouter Greve | Mantan residen Timor |
| Residen Bali & Lombok | Bernardus van Zutphen | Ksatria Orde Singa Belanda dan Gajah Putih (penghargaan Thailand) |
| Inspektur Keuangan | F.W.L. van Daalen Meyer | “Salib yang harus dipikulnya tak pernah terasa terlalu berat” |
| Kontrolir | G.A. van Lockeren Campagne | Meninggal usia 26 tahun |
4.2 Sektor Militer
| Pangkat | Contoh Tokoh | Penghargaan |
|---|---|---|
| Mayor Zeni | Hermanus Rietveld | M.W.O. kelas 4 (simbol tengkorak, obor, sabit) |
| Mayor Infanteri | Franz Georg Steck | M.W.O. kelas 3 |
| Letnan Laut | D.W.A. Pels Rijcken | Makam dari rekan-rekan perwira angkatan laut |
4.3 Bangsawan
| Gelar | Nama | Catatan |
|---|---|---|
| Jonkheer | Jhr. S.E.P.A. Van Harencarspel Eckhardt | Makam di Brantas, putri dari wanita pribumi dimakamkan di Klodjenlor |
| Jonkheer | Jhr. Willem Léonard Van Spengler | – |
| Baron | George Hendrik Baron Clifford | – |
| Gravin | C.A. gravin Von Ranzow | “Rust zacht malief” (Tidurlah nyenyak mama sayang) |
4.4 Pengusaha dan Administrator Perkebunan
| Profesi | Nama | Perusahaan |
|---|---|---|
| Administrator Pabrik Gula | Otto Willem Anthonius Varkevisser | Suikeronderneming Koning Willem III, Modjosarie |
| Pemilik Pabrik Gula | Pieter Jacob Blaaupot | – |
| Pegawai Perkebunan | Dirk Beyerinck | Sf. Modjosragen |
| Penanam Bibit | Reinier Carel Scherius | Toempang |
4.5 Pemuka Agama
| Profesi | Nama | Catatan |
|---|---|---|
| Pastur | Pastoor Jac. Dion. Op den Kamp | 28 tahun misionaris di Hindia, 8 tahun sebagai pastur Malang, penghargaan Oranje-Nassau |
| Pendeta | J.F.G. Brumund | Bertugas di Batavia 1840-1862 |
| Suster | Zuster A. Veldkamp | Meninggal usia 29 tahun |
4.6 Profesional
| Profesi | Nama | Catatan |
|---|---|---|
| Notaris | Bernardus Barkey | Makam keluarga Barkey |
| Dokter | Dr. Liborius Klaas, Dr. B. Rienstra, Dr. J.R.H. van Son | – |
| Kepala Sekolah | K.G. Wijnen | Makam didirikan oleh murid-muridnya |
4.7 Golongan Rendah Eropa
| Profesi | Nama | Catatan |
|---|---|---|
| Prajurit Eropa | Klaas Raat | Nomor registrasi 28515 |
| Kelasi | M.J. Friso | Tenggelam di Malang |
| Tukang Stoker | Jan Elzinga | Makam dari “teman dan kolega” |
| Kopral Pembuat Sepatu | C. Remaut | – |
BAB V: ASAL-USUL GEOGRAFIS
5.1 Kelahiran di Eropa
| Negara | Kota | Contoh Tokoh |
|---|---|---|
| Belanda | Amsterdam, Den Haag, Rotterdam, Utrecht, Groningen, Maastricht, Leiden, Delft, Arnhem, Breda, Muiden, Voorburg | Mayoritas penghuni |
| Jerman | Birkach, Hamburg, Berlin, Düsseldorf, Wismar | H.F. Steinbrenner, Paul Koster, Dr. Friedrich Müller |
| Inggris | London, Hull, Gravesend, Cardiff | James Hooper, Emily Evers |
| Prancis | Bordeaux, Lille | Laure Dangaud |
| Belgia | Brussel, Hasselt, Gent | Henri Apers, Gerard Joseph Dillen |
| Swiss | Hinweil, Rohr, Sion | J.J. Wolffensberger, Salomon Peter |
| Italia | Milan | Cav. Francesco Rosa |
| Armenia-Persia | Julfa, Ispahan | Gregory Galstaun, M.A. Nahapiet, Arratoon Eleazar Manook |
5.2 Kelahiran di Hindia Belanda
| Wilayah | Kota | Contoh Tokoh |
|---|---|---|
| Jawa | Surabaya, Semarang, Batavia, Pasuruan, Malang, Bogor, Pekalongan, Tegal, Ngawi, Probolinggo, Yogyakarta, Gresik | Generasi kedua Eropa/Indo |
| Sumatera | Bukittinggi, Padang, Padang Panjang, Bangka | Georg Willem Everhard Ludeking |
| Sulawesi | Makassar, Manado | Diederik Breton Weyergang |
| Maluku | Ambon, Banda Neira, Haruku | E.F. de Brunet, Frederik Hendrik van Amersfoorth |
| Kalimantan | Pontianak | Frits en Frans Berkhout (kembar) |
5.3 Pola Mobilitas
Pola Migrasi Klasik: Lahir di Eropa → Bekerja di Hindia → Meninggal di Malang
- Hermanus Rietveld (Muiden → Hindia → Malang)
Pola Generasi Kedua: Lahir di Hindia → Menetap di Hindia → Meninggal di Malang
- Frederik Ulrik van Hengel (Makassar → Malang)
Pola Migrasi Global: Lahir di luar Belanda/Hindia → Merantau ke Hindia → Meninggal di Malang
- Gregory Galstaun (Ispahan, Persia → Malang)
BAB VI: KELUARGA BESAR DAN JARINGAN SOSIAL
6.1 Keluarga Pfaff – Robijn – Jansen
Silsilah:
Cornelis Willem Pfaff (1803-1880) ∞ Kim Nio (wanita Tionghoa)
├── Fredrika Josephina Pfaff (1844-1912) ∞ Johannes Frederik Robijn (1831-1900)
│ └── Cornelis Willem Robijn (w. 1905)
└── Willem Frederik Pfaff (w. 1913), Carl Lodewijk Pfaff (w. 1919)Catatan penting: Cornelis Willem Pfaff adalah anak dari Willem Frederik Pfaff dan wanita Tionghoa Kim Nio – bukti hubungan Eropa-Tionghoa pada generasi pertama.
6.2 Keluarga Abels
Silsilah:
H.W. Abels (1816-1881)
├── Raida Abels (w. 1863) ∞ Herman Willem Abels
├── Johanna Henrika Abels (1838-?) ∞ F.J. Jansen
└── Carel Abels (1840-1907)
└── C. Gligoor-Abels (1843-1914) ∞ C.R. Gligoor (1847-1911)Jaringan pernikahan: Terkait dengan keluarga Jansen, Gligoor, dan Sadie. Rentang waktu makam 1863-1916 (53 tahun).
6.3 Keluarga Van Harencarspel Eckhardt
Hubungan bangsawan dengan wanita pribumi:
- Ayah: Jhr. S.E.P.A. Van Harencarspel Eckhardt (1814-1870) di Brantas
- Putri: Henriette Eleonora Alexandrine Domingo (1841-1909) di Klodjenlor
- Catatan: Henriette adalah putri dari wanita pribumi Syma, diakui oleh ayahnya pada 21 Juli 1841
6.4 Keluarga Coppen
Silsilah:
Frederik Coppen (w. 1868) di Brantas
├── F.H. Coppen (1852-1927) ∞ Pauline Pfaff (1853-1929)
│ └── David Bodewijk Coppen (1876-1918)
└── Johannes Ernst Coppen (1844-1913) ∞ Johanna Catharina van Tol (1849-1916)
└── Fredrika Johanna Coppen (1903-1921)Rentang waktu: 1868-1929 (61 tahun) – kesinambungan dari Brantas ke Klodjenlor.
6.5 Keluarga Croese (Tragedi 1918)
Korban Flu Spanyol:
- Antoinette Engelina Croese (ibu): 18 November 1918 (49 tahun)
- Gerrit Hendrik Croese (anak): 22 November 1918 (17 tahun)
- Aletta Johanna Croese (anak): 28 November 1918 (14 tahun)
- Maria Hillegonda Croese (anak): 26 November 1919 (20 tahun)
Dalam 10 hari (18-28 November 1918), keluarga ini kehilangan ibu dan dua anak remaja.
6.6 Keluarga Seket (Makam dengan Trilogi Puisi)
Anggota keluarga:
- Salomo Jozeph Seket (1862-1930): suami
- Melania Augustina Seket geb. Lee (1870-1933): istri
- Jozef Otto Hugo Seket (1887-1921): anak
Puisi untuk suami:
“Engkau kini bersama putra kami / Di kaki takhta Surga / Dengan dan karena rahmat Tuhan / Aku pun akan segera menyusul / Di dalam kubur di sini dan bersama Tuhan di sana / Kita akan bersama untuk selama-lamanya.”
Puisi untuk anak:
“Tunggulah di rumah Bapa yang kekal / Kedatangan kami dengan sabar / Setelah kami menyelesaikan salib kehidupan / Kami akan dibaringkan di sampingmu dalam kubur ini / Sampai jumpa lagi di sisi Tuhan / Itulah perintah-Nya.”
Puisi untuk istri:
“Aku kini bersama suami dan putraku / Di kaki takhta Surga / Di dalam kubur di sini dan bersama Tuhan di sana / Kami kini bersama untuk selama-lamanya / Siang dan malam telah kunantikan / Kini genaplah oleh Tuhan.”
TABEL 10 KELUARGA BESAR
| Peringkat | Keluarga | Jml | Rentang | Generasi | Lokasi | Keunikan Utama |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Abels | 12 | 53 th | 3+ | B & K | Jaringan terluas, 12 makam |
| 2 | Pfaff-Robijn-Jansen | 10 | 62 th | 3+ | K | Rentang terlama, hubungan Tionghoa |
| 3 | Soesman | 8 | 43 th | 2-3 | K | 3 anggota meninggal usia 43 tahun |
| 4 | Coppen | 7 | 61 th | 4 | B & K | Satu-satunya 4 generasi |
| 5 | Croese | 5 | 8 th | 2 | K | Tragedi Flu Spanyol (3 kematian dalam 10 hari) |
| 6 | Van den Broek | 4 | 59 th | 2-3 | B & K | Dua anak meninggal 1857 |
| 7 | Jansen | 4 | 54 th | 2 | B & K | Jaringan Abels & Keasberry |
| 8 | Van Harencarspel Eckhardt | 4 | 39 th | 2-3 | B & K | Bangsawan, putri dari wanita pribumi |
| 9 | Van Akerlaken | 3 | 15 th | 2 | K | Kehilangan bayi dan anak remaja |
| 10 | Seket | 3 | 12 th | 2 | K | Trilogi puisi paling lengkap |
B = Brantas, K = Klodjenlor
6.7 Jaringan Sosial Non-Keluarga (Kameraden)
Makam yang didirikan oleh rekan sekerja atau kawan seperjuangan:
| Nama | Profesi | Didirikan Oleh |
|---|---|---|
| J.D. Kamps | Sersan Infanteri | Para bintara di garnisun Malang |
| D.W.A. Pels Rijcken | Letnan Laut | Para perwira Angkatan Laut Hindia-Belanda |
| Jan Elzinga | Tukang Stoker | Teman dan kolega |
| Richard Jordan | Sekretaris Jerman | Teman-teman di Deutsch Neu-Guinea |
| K.G. Wijnen | Kepala Sekolah | Para murid Sekolah Umum Malang |
BAB VII: HUBUNGAN DENGAN PENDUDUK PRIBUMI
7.1 Penyebutan “Inlandsche Vrouw” sebagai Ibu
| Nama | Ayah | Ibu | Keterangan |
|---|---|---|---|
| C.W. Pfaff | Willem Frederik Pfaff | Chin. vr. Kim Nio (Tionghoa) | Lahir Surabaya 1803 |
| M.J. Hartsteen | Jakobus van Kattenburg | Inl. vrouw Rasima | Lahir Ciputat |
| Wilhelmina Josephine Teekamp | William Mully | Inl. vrouw Sipa | Lahir Muara Labuh |
| Henriette Eleonora Alexandrine Domingo | Jhr. Van Harencarspel Eckhardt | Inl. vrouw Syma | Diakui 1841 |
7.2 Pengakuan Anak (Erkend)
Kasus Henriette Eleonora Alexandrine Domingo:
- Ibu: wanita pribumi Syma
- Ayah: Jhr. S.E.P.A. Van Harencarspel Eckhardt (bangsawan)
- Tanggal pengakuan: 21 Juli 1841 di Batavia
- Setelah diakui: Berhak menggunakan nama ayah dan status Eropa
7.3 Bukti Langsung Hubungan Personal dengan Pribumi
Makam Nicolaas Bon (Vak X, no.581):
*Hier rust / Nicolaas Bon / geb. 27 Februari 1867 / te Haarlem / overl. 22 Februari 1917 / te Krebet / R. I. P. / Slamet djalan Toean / Moerdjina. *
Terjemahan:
*Di sini beristirahat / Nicolaas Bon / lahir 27 Februari 1867 / di Haarlem / meninggal 22 Februari 1917 / di Krebet / Beristirahatlah dalam damai / Selamat jalan Tuan / Moerdjina. *
Signifikansi:
- SATU-SATUNYA makam dengan bahasa Melayu dalam seluruh dokumentasi
- “Moerdjina” adalah nama Jawa yang menulis pesan perpisahan
- Bukti langka hubungan personal lintas-etnis yang terdokumentasi
BAB VIII: POLA KEMATIAN
8.1 Distribusi per Dekade
| Dekade | Jumlah Makam | Keterangan |
|---|---|---|
| 1850-an | 5-10 | Makam tertua Brantas |
| 1860-an | 15-20 | Periode awal |
| 1870-an | 30-40 | Transisi ke Klodjenlor |
| 1880-an | 120-150 | Puncak pertama |
| 1890-an | 150-180 | Puncak tertinggi |
| 1900-an | 120-150 | Stabil tinggi |
| 1910-an | 130-160 | Puncak 1918 (Flu Spanyol) |
| 1920-an | 60-80 | Menurun |
| 1930-an | 20-30 | Makam akhir |
8.2 Puncak Kematian 1918 (Flu Spanyol)
Bulan November 1918:
- 18 November: Antoinette Engelina Croese (49 tahun)
- 22 November: Gerrit Hendrik Croese (17 tahun)
- 22 November: Jan Hendrik Schaay (73 tahun)
- 23 November: F. Albag
- 24 November: Sytse Leonard Albag (4 tahun)
- 28 November: Aletta Johanna Croese (14 tahun)
Keluarga Croese kehilangan 3 anggota dalam 10 hari – bukti dahsyatnya pandemi.
8.3 Pola Kematian Anak
| Dekade | Proporsi Makam Anak |
|---|---|
| 1870-an | 30-40% |
| 1880-an | 30-35% |
| 1890-an | 30-35% |
| 1900-an | 30-35% |
| 1910-an | 25-30% |
| 1920-an | 25-30% |
Kesimpulan: Angka kematian anak tetap tinggi (25-40%) sepanjang periode, mencerminkan tantangan kesehatan yang konsisten.
BAB IX: MAKAM DENGAN CATATAN KHUSUS
9.1 Makam dengan Simbolisme Kuat
Hermanus Rietveld (Brantas, no.7):
Makam dengan pelat besi cor dihiasi tengkorak, obor, dan sabit – simbol Memento Mori yang artistik.
9.2 Makam dengan Ungkapan Cinta Unik
| Makam | Ungkapan | Makna |
|---|---|---|
| Louise Henriette Doffegnies | “Zij was zijn lieveling en zijn trots” | Ia adalah kesayangan dan kebanggaannya |
| Herman Jan Sweep | “Slaap zacht kleine schattebout” | Tidurlah nyenyak, kesayangan kecilku |
| Beata Caroline Schoevers Walter | “mijn lief wijfje” | Istri kecilku tercinta |
| C.A. gravin Von Ranzow | “Rust zacht malief” | Tidurlah nyenyak mama sayang |
9.3 Makam dengan Kutipan Alkitab
| Makam | Kutipan | Referensi |
|---|---|---|
| Karei Josephus Houtbeckers | “Zalig zijn de dooden die in den Heere sterven” | Wahyu 14:13 |
| Emily Augusta Smith | “John VI 37” | Yohanes 6:37 |
| C.J. Amons | “2 Cor. 5 vs. 1” | 2 Korintus 5:1 |
| Ariëtte Bernardina van den Bos | “Laat de kinderkens tot mij komen” | Markus 10:14 |
9.4 Makam dengan Frasa Latin
| Makam | Frasa | Arti |
|---|---|---|
| J.B. Authier | “Aeternum vale” | Selamat tinggal untuk selama-lamanya |
| August Alexander Wikman | “Per ardua ad astra” | Melalui kesulitan menuju bintang-bintang |
9.5 Makam dengan Kematian Tragis
| Makam | Keterangan |
|---|---|
| M.J. Friso | “verdronken” (tenggelam) di Malang – seorang pelaut |
| Joh. Jacobus Brouwer | “overl. bij een ongeluk” (meninggal karena kecelakaan) |
| Karei Frits Willem Wernas | “gevallen als slachtoffer van z’n plicht” (gugur sebagai korban tugas) |
BAB X: ANALISIS BAHASA
10.1 Ragam Bahasa
| Bahasa | Penggunaan | Contoh |
|---|---|---|
| Belanda | Dominan (90%+) | “Hier rust”, “geboren”, “overleden” |
| Inggris | Signifikan | “Sacred to the memory of” |
| Jerman | Beberapa makam | “Hier ruht in Frieden”, “Der Heimat fern” |
| Prancis | Beberapa | “Ci git”, “Au revoir chez Dieu” |
| Italia | Satu makam | “Qui riposa”, “La vedova inconsolabile” |
| Melayu | Satu makam | “Slamet djalan Toean” |
| Latin | Frasa dalam makam | “R.I.P.”, “Aeternum vale” |
10.2 Frasa Jerman Berulang
“Der Heimat fern, in schwerer Zeit / Warst du ihr treuer Sohn”
(Jauh dari tanah air, di masa sulit / Engkau adalah putranya yang setia)
Frasa ini muncul pada setidaknya 8 makam Jerman, menunjukkan kesedihan kolektif karena meninggal jauh dari tanah air.
10.3 Kata dan Frasa Unik
| Kata/Frasa | Bahasa | Arti | Keunikan |
|---|---|---|---|
| schattebout | Belanda | kesayangan | Sangat informal, hanya sekali |
| lief wijfje | Belanda | istri kecilku | Intim, tidak formal |
| malief | Indo | mama sayang | Kreolisasi bahasa Indo |
| Prulleke | Belanda? | boneka kecil | Kata sangat langka |
| oudje | Belanda | ayahanda | Panggilan sayang untuk ayah |
BAB XI: ANALISIS PUISI
11.1 Makam L.F.L. Kloppenburg-Versteegh (Vak I, no.86)
Aku tak meminta batu nisan berharga
Tiada pujian hampa di atas kuburku
Namun hanya Salib, yang selama hidup ini
Telah memberi harapan akan kehidupan yang lebih baik
Tema: Kerendahan hati dan iman
11.2 Makam F.W.L. van Daalen Meyer (Vak IX, no.435)
Salib yang harus dipikulnya
Tak pernah terasa terlalu berat baginya.
Tema: Ketabahan dalam penderitaan
11.3 Makam Beata Caroline Schoevers Walter (Vak XI, no.643)
Kami yang karena cinta telah menjalani
Hal terburuk yang dapat menimpa
Seribu kali lebih bahagia daripada mereka
Yang tak pernah mencinta sama sekali
Tema: Cinta dan penderitaan
11.4 Makam Gustaaf Hugo van Goens (Vak XII, no.718)
Hidup itu nyata, hidup itu sungguh,
Namun kubur bukanlah tujuannya.
Sumber: Kutipan dari puisi “A Psalm of Life” karya Henry Wadsworth Longfellow
11.5 Makam Cav. Francesco Rosa (Vak IV, no.250)
Di sini beristirahat / Kesatria Francesco Rosa
lahir di Milan 1835 / meninggal di Malang 1891
Janda yang tak terhiburkan.
Keunikan: Pesan langsung dari istri yang ditinggalkan
11.6 Makam Dominique Gilson (Vak II, no.111)
Sampai jumpa di rumah Tuhan
Tema: Pengharapan akan pertemuan kembali di surga
BAB XII: MAKAM ERA VOC
12.1 Temuan
TIDAK DITEMUKAN makam dengan tanggal kematian di bawah tahun 1800 (era VOC) di kedua pemakaman.
12.2 Individu yang Lahir pada Era VOC
Charlotte Elisabeth Piron Von Franquemont (1797-1868)
- Lahir di Surabaya 11 Oktober 1797 (2 tahun sebelum VOC bubar)
- Meninggal di Malang 23 Juli 1868 (usia 71 tahun)
- Makam di Brantas (no.10)
Signifikansi: Satu-satunya individu dalam data yang lahir pada era VOC.
12.3 Individu yang Lahir Tahun VOC Bubar
Franciscus Bellanger (1799-1859)
- Lahir di Maastricht 27 April 1799 (tahun VOC bubar)
- Meninggal di Malang 16 Mei 1859
- Makam di Brantas (no.12)
BAB XIII: PERBANDINGAN BRANTAS DAN KLODJENLOR
| Aspek | Brantas (1855-1868) | Klodjenlor (1873-1935) |
|---|---|---|
| Karakter Penghuni | Perintis, militer, pejabat | Masyarakat lengkap dengan keluarga |
| Makam Anak | Beberapa | Puluhan hingga ratusan |
| Keberagaman Bahasa | Belanda, Inggris | Belanda, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Jawa |
| Ungkapan Emosional | Minimal, formal | Kaya (“lieveling”, “innig geliefde”) |
| Makam Keluarga | Beberapa | Banyak (Barkey, Eschauzier) |
| Puisi | Tidak ada | Ada (Keluarga Seket) |
| Panggilan Sayang | Tidak ada | Ada (“schattebout”, “malief”) |
Kesinambungan Keluarga
Beberapa keluarga memiliki makam di kedua lokasi:
- Abels: Raida (Brantas 1863) → H.W. Abels, Carel Abels (Klodjenlor)
- Coppen: Frederik (Brantas 1868) → F.H. Coppen, Johannes Ernst Coppen (Klodjenlor)
- Van Harencarspel Eckhardt: Ayah (Brantas 1870) → Putri (Klodjenlor 1909)
BAB XIV: KESIMPULAN
14.1 Ringkasan Temuan Utama
| Kategori | Temuan |
|---|---|
| Rentang Waktu | 1855-1935 (80 tahun) |
| Makam Tertua | Ernst Reck (28 Oktober 1855) – Brantas |
| Makam Termuda | Simon Willem Camerik (29 Januari 1935) – Klodjenlor |
| Usia Tertua | Mevr. H.E. Moreau-Nettekoven (91 tahun, +1929) |
| Angka Kematian Anak | 25-40% dari total makam |
| Makam Era VOC | TIDAK ADA (1 individu lahir era VOC) |
| Asal Geografis | Belanda, Jerman, Inggris, Prancis, Italia, Armenia-Persia |
| Keluarga Besar | Pfaff-Robijn-Jansen, Abels, Coppen, Croese, Seket |
| Hubungan dengan Pribumi | “Inl. vrouw” sebagai ibu, pengakuan anak (“erkend”), pesan Jawa |
| Tokoh Penting | Residen, bangsawan, militer MWO, pengusaha perkebunan, pastur |
| Puncak Kematian | 1918 (Flu Spanyol) dengan tragedi keluarga Croese |
| Bahasa | Belanda, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Melayu, Latin |
14.2 Makna Historis
Data makam Malang ini bukan sekadar catatan kematian, melainkan:
- Arsip Demografis: Merekam pola kelahiran, kematian, dan migrasi masyarakat Eropa di Hindia Belanda selama 80 tahun.
- Dokumen Sosial: Mengungkap struktur kelas, jaringan keluarga, dan ikatan sosial (“kameraden”) dalam masyarakat kolonial.
- Cermin Kultural: Menunjukkan keberagaman etnis, bahasa, dan identitas di Malang sebagai kota kosmopolitan.
- Bukti Hubungan Lintas-Etnis: Memberikan bukti konkret tentang hubungan antara Eropa dan pribumi (“Inl. vrouw”, “erkend”, “Slamet djalan Toean”).
- Monumen Personal: Setiap makam menyimpan kisah unik tentang cinta, duka, harapan, dan identitas personal.
LAMPIRAN
Lampiran A: Daftar Tokoh Penting
| No | Nama | Peran | Tahun | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Ernst Reck | Kapten Infanteri | w. 1855 | Makam tertua |
| 2 | Jhr. S.E.P.A. Van Harencarspel Eckhardt | Bangsawan | 1814-1870 | Ayah dengan putri dari wanita pribumi |
| 3 | Hermanus Rietveld | Mayor Zeni, MWO | 1824-1866 | Makam dengan simbol tengkorak |
| 4 | Bernardus van Zutphen | Residen Bali-Lombok | 1831-1893 | Penghargaan Singa Belanda dan Gajah Putih |
| 5 | Pastoor Jac. Dion. Op den Kamp | Pastur Malang | 1853-1915 | 28 tahun misionaris |
| 6 | K.G. Wijnen | Kepala Sekolah | 1844-1874 | Makam dari murid-murid |
| 7 | C.A. gravin Von Ranzow | Bangsawati Jerman | 1847-1903 | “Rust zacht malief” |
| 8 | Cav. Francesco Rosa | Kesatria Italia | 1835-1891 | “La vedova inconsolabile” |
| 9 | Nicolaas Bon | – | 1867-1917 | “Slamet djalan Toean” |
| 10 | Keluarga Seket | – | 1862-1933 | Trilogi puisi |
| 11 | Simon Willem Camerik | – | 1852-1935 | Makam termuda |
| 12 | Charlotte Elisabeth Piron Von Franquemont | – | 1797-1868 | Lahir era VOC |
Lampiran B: Glosarium Istilah
| Istilah | Bahasa | Arti |
|---|---|---|
| Hier rust | Belanda | Di sini beristirahat |
| geb. | Belanda | lahir |
| overl. | Belanda | meninggal |
| R.I.P. | Latin | Requiescat in pace |
| M.W.O. | Belanda | Militaire Willemsorde |
| Inl. vrouw | Belanda | Inlandsche vrouw (wanita pribumi) |
| erkend | Belanda | diakui |
| lieveling | Belanda | kesayangan |
| innig geliefde | Belanda | sangat tercinta |
| tot weerziens | Belanda | sampai jumpa lagi |
| kameraden | Belanda | kawan-kawan |
| Der Heimat fern | Jerman | Jauh dari tanah air |
| La vedova inconsolabile | Italia | Janda yang tak terhiburkan |
| Aeternum vale | Latin | Selamat tinggal untuk selama-lamanya |
| Slamet djalan Toean | Melayu | Selamat jalan Tuan |
Lampiran C : Tabel Lengkap Para Pejabat Tinggi
| No | Nama | Jabatan | Lahir | Meninggal | Usia | Tempat Lahir |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bernardus van Zutphen | Residen Bali & Lombok | 1831 | 1893 | 62 | Haarlem |
| 2 | Wouter Greve | Residen Timor | 1839 | 1901 | 62 | Den Haag |
| 3 | F.W.L. van Daalen Meyer | Inspektur Keuangan | 1849 | 1910 | 61 | Batavia |
| 4 | A.E. van der Meuken | Asisten Residen | 1842 | 1917 | 75 | ? |
| 5 | Frederik Ulrik van Hengel | Asisten Residen Ngrowo | 1843 | 1912 | 68 | Makassar |
| 6 | George Schultz | Asisten Residen | 1839 | 1900 | 61 | ? |
| 7 | Gregorius Arnoldus van Delden | Asisten Residen Martapura dan Bangkalan | 1824 | 1902 | 78 | ? |
| 8 | W.A. de Kock van Leeuwen | Asisten Residen Sidoarjo | 1836 | 1881 | 45 | Weltevreden |
| 9 | G.A. van Lockeren Campagne | Kontrolir | 1851 | 1877 | 26 | ? |
| 10 | Th. L. Bogaardt | Asisten Residen | ? | 1921 | ? | ? |
Laporan ini disusun sebagai dokumentasi analitis atas data makam Eropa di Malang, dengan harapan dapat menjadi sumber informasi berharga bagi peneliti sejarah, genealog, dan masyarakat umum.
Pasuruan, 16 Maret 2026
Achmad Budiman Suharjono

