Berdasarkan buku “Genealogische en heraldische gedenkwaardigheden betreffende Europeanen op Java” Karya P.C. Bloys van Treslong Prins (1934-1939)
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dokumen “Genealogische en heraldische gedenkwaardigheden betreffende Europeanen op Java” (Kenangan Genealogis dan Heraldik mengenai Orang Eropa di Jawa) yang disusun oleh P.C. Bloys van Treslong Prins antara tahun 1934-1939 merupakan sumber primer yang sangat berharga untuk memahami komunitas Eropa dan Indo-Eropa di Jawa pada masa kolonial. Bagian tentang Pasuruan (Pasoeroean) memuat catatan lebih dari 580 makam dari pemakaman umum dan pemakaman khusus di kota tersebut.
Laporan ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif data makam tersebut, mengungkap pola demografi, struktur sosial, asal-usul geografis, jaringan keluarga, serta kisah-kisah unik di balik batu nisan yang menjadi saksi bisu sejarah Pasuruan dari akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-20.
1.2 Tujuan Analisis
- Mengidentifikasi makam tertua dan makam dengan tanggal pemakaman terakhir dalam rentang waktu
- Menganalisis demografi penghuni makam (usia, jenis kelamin, profesi)
- Menelusuri asal-usul geografis dan mobilitas penduduk Eropa
- Memetakan keluarga-keluarga besar dan jaringan sosial mereka
- Mengungkap hubungan dengan penduduk pribumi
- Mengidentifikasi tokoh-tokoh penting dalam sejarah Pasuruan
- Menganalisis pola kematian berdasarkan tahun dan dekade
- Mendokumentasikan makam dengan catatan khusus
1.3 Sumber Data
Sumber utama adalah daftar makam dari:
| No | Lokasi | Jumlah Makam | Kondisi Saat Ini |
|---|---|---|---|
| 1 | Pemakaman Umum Pasuruan (Algemeene Begraafplaats) di Bugul Lor | 584 makam | Hilang tak berbekas |
| 2 | Pemakaman Khusus Keluarga Mc Lennan di Sekolah Susteran “Clara Fey” | 7 makam | Hilang tak berbekas |
| 3 | Makam Keluarga di Pabrik Gula Kedawoeng, Kebrukan Kedawung Grati | 2 makam | Masih ada |
| 4 | Makam Keluarga Hesselaar-Vos di Gading | 2 makam (dengan beberapa anggota) | Hilang tak berbekas |
Dari empat lokasi yang tercatat dalam dokumen sejarah, hanya satu yang masih tersisa hingga saat ini. Tiga lainnya telah lenyap tanpa bekas, menjadi saksi bisu hilangnya jejak fisik komunitas Eropa yang pernah membangun peradaban di Pasuruan.

2. METODOLOGI ANALISIS
2.1 Pendekatan Analisis
Analisis dilakukan dengan pendekatan multidisipliner:
| Pendekatan | Fokus Analisis |
|---|---|
| Genealogis | Melacak hubungan keluarga dan jaringan kekerabatan |
| Demografis | Menganalisis pola kelahiran, kematian, dan usia |
| Sosiologis | Mengkaji stratifikasi sosial dan peran dalam masyarakat |
| Historis | Mengaitkan data makam dengan peristiwa sejarah |
| Linguistik | Menganalisis bahasa prasasti (Belanda, Inggris, Prancis, Rusia) |
2.2 Kategori Data yang Dianalisis
| Kategori | Sub-kategori |
|---|---|
| Kronologis | Makam tertua, makam terakhir, distribusi tahun kematian |
| Demografis | Usia, jenis kelamin, tempat lahir, tempat meninggal |
| Profesi | Militer, pemerintahan, pengusaha, profesional |
| Keluarga | Keluarga besar, makam keluarga, hubungan pernikahan |
| Geografis | Negara asal, tempat lahir di Hindia |
| Linguistik | Bahasa prasasti, kutipan, puisi |
| Arsitektural | Monumen khusus, simbol, ornamen |
2.3 Keterbatasan Data
- Tidak semua makam mencantumkan tanggal lahir lengkap
- Beberapa makam hanya mencantumkan tahun meninggal
- Data profesi tidak selalu disebutkan
- Hubungan kekerabatan tidak selalu eksplisit
- Makam setelah 1930-an tidak tercakup
3. EMPAT LOKASI MAKAM EROPA DI PASURUAN


3.1 Pemakaman Umum Pasuruan (Algemeene Begraafplaats) di Bugul Lor
Lokasi ini merupakan pemakaman utama dengan 584 makam yang tercatat. Berdasarkan foto udara tahun 1947, kompleks pemakaman ini masih terlihat utuh di ujung timur Jalan Cemara di belakang Gereja Kristen. Namun, saat ini tidak ada lagi sisa-sisa makam yang dapat ditemukan.
3.2 Pemakaman Khusus Keluarga Mc Lennan di Sekolah Susteran “Clara Fey”
Pemakaman kecil ini berada di halaman belakang Sekolah Susteran Clara Fey, atau di belakang gedung Landraad. Tujuh anggota keluarga Mc Lennan dimakamkan di sini, dengan prasasti berbahasa Inggris. Saat ini, tidak ada lagi jejak makam tersebut.
3.3 Makam Keluarga di Pabrik Gula Kedawoeng, Kebrukan Kedawung Grati
Satu-satunya lokasi yang masih tersisa. Terdapat dua makam:
- Gerrit Lebret (1822-1896) – Administrator dan pemilik Pabrik Gula Kedawoeng
- A. W. Lebret geb. Hesselaar (1825-1912)
3.4 Makam Keluarga Hesselaar-Vos di Gading
Makam keluarga yang terletak di tanah pribadi, di dalam kompleks halaman depan keluarga Hesselaar. Makam ini memuat:
- Johannes Hesselaar (โ 1811)
- Maria Dorothea Hesselaar geb. Scheeps (โ 1830)
- Maria Catharina Vos geb. Hesselaar (โ 1845)
- Cornelis Vos (โ 1847) – Residen Pasuruan
- Jacobus Theodorus Tilanus (1843-1849) – cucu
Lokasi ini juga telah hilang tak berbekas.
4. KRONOLOGI MAKAM
4.1 Rentang Waktu Makam
| Periode | Jumlah Makam | Keterangan |
|---|---|---|
| Abad ke-18 (< 1800) | 1 makam | Masa VOC |
| 1800-1849 | ~60 makam | Awal Hindia Belanda |
| 1850-1899 | ~350 makam | Puncak industri gula |
| 1900-1930 | ~170 makam | Awal abad ke-20 |
4.2 Makam Tertua dan Makam Terakhir
Makam Tertua:
- No. 413: Friderich Riems – Meninggal 10 Agustus 1796
- Satu-satunya makam dari abad ke-18 dalam daftar
- Masa VOC masih berkuasa (VOC bubar 1799)
- Prasasti: “Hier rust / Friderich Riems / overleden te Passarouang / den 10de Augustus / 1796”
Makam dengan Tanggal Pemakaman Terakhir:
- No. 238: Anton Hendrik Pieter Heyting – Lahir 19 September 1930, meninggal 16 Oktober 1930 (usia kurang dari satu bulan)
- Merupakan makam dengan tahun kematian terakhir dalam daftar (1930)
- Bayi yang hanya hidup 27 hari
- Prasasti: “Anton Hendrik Pieter Heyting / geb. 19 Sept. 1930 / overl. 16 Oct. 1930”
4.3 Distribusi Makam per Dekade
| Dekade | Jumlah Makam | Keterangan |
|---|---|---|
| 1790-an | 1 | Friderich Riems |
| 1800-an | ~5 | Sangat sedikit |
| 1810-an | ~8 | Mulai meningkat |
| 1820-an | ~15 | – |
| 1830-an | ~25 | – |
| 1840-an | ~30 | – |
| 1850-an | ~45 | Meningkat pesat |
| 1860-an | ~55 | – |
| 1870-an | ~65 | – |
| 1880-an | ~95 | DEKADE TERSIBUK |
| 1890-an | ~85 | Masih tinggi |
| 1900-an | ~60 | Mulai menurun |
| 1910-an | ~45 | – |
| 1920-an | ~35 | – |
| 1930-an | ~15 | DEKADE TERAKHIR |
5. ANALISIS MAKAM BAYI
5.1 Gambaran Umum
Dari total lebih dari 580 makam yang tercatat di pemakaman Eropa Pasuruan, sekitar 60 makam (lebih dari 10%) adalah makam bayi dan anak-anak yang meninggal di bawah usia 5 tahun. Angka ini mencerminkan tingginya tingkat kematian bayi pada masa kolonial akibat keterbatasan layanan kesehatan, wabah penyakit, dan komplikasi persalinan.
5.2 Kategori Makam Bayi
| Kategori | Jumlah | Contoh |
|---|---|---|
| Lahir dan meninggal hari yang sama | 4 bayi | Ernst Eekhout, Kim, Frederik Preyer, Wilhelm Verwohlt |
| Meninggal usia 1 hari | 1 bayi | Frits David Gerard Veen |
| Lahir mati (levenloos geboren) | 2 bayi | A. Q. Kraayenhoff vandeLeur, bayi Ny. Sleebos |
| Meninggal usia di bawah 1 tahun | ~30 bayi | Berbagai nama |
| Meninggal usia 1-5 tahun | ~25 bayi | Berbagai nama |
5.3 Makam Bayi Terakhir
No. 238: Anton Hendrik Pieter Heyting
- Lahir: 19 September 1930
- Meninggal: 16 Oktober 1930
- Usia: 27 hari
- Merupakan makam dengan tahun kematian terakhir dalam daftar (1930)
- Bayi ini adalah generasi terakhir komunitas Eropa yang dimakamkan di Pasuruan sebelum catatan ini disusun
5.4 Keluarga dengan Tragedi Terbanyak
Keluarga Verwohlt (No. 529)
- Wilhelm Ludwig – lahir & meninggal 18 Maret 1897
- Martina Louise (1899-1901) – usia 2 tahun
- Jacobus Frans (1901-1901) – usia 5 bulan
- Martinus Ludwig (1898-1901) – usia 3 tahun
Prasasti: “Hier rusten / onze vier lievelingen” (Di sini beristirahat / empat kesayangan kami)
Keluarga Van Baak (No. 38)
- Jan Pieter dan Cornelis van Baak
- Dimakamkan 24 dan 29 Desember 1881 (berselisih 5 hari)
5.5 Tiga Ungkapan Paling Menyentuh
1. Metafora Cangkang dan Mutiara
“Hier ligt de schelp, de parel is bij God”
(Di sini terletak cangkangnya, mutiaranya ada di sisi Tuhan)
Makna: Tubuh bayi hanyalah wadah (cangkang), sementara jiwanya yang berharga (mutiara) telah kembali kepada Tuhan. Ditemukan pada makam Mila Fortuna Brust (No. 70) dan Elisabeth Eugenie Frieser (No. 186) .
2. Ajakan Doa dari Bayi
“Chรจre enfant prie pour nous”
(Anak terkasih, doakanlah kami)
Makna: Orang tua meminta bayi mereka yang telah meninggal untuk mendoakan mereka dari surga. Ditemukan pada makam Adelaide Agretti (No. 12) yang meninggal usia 2 tahun 5 bulan.
3. Panggilan Sayang
“Slaap zacht / klein schattelief”
(Tidurlah nyenyak / sayang kecil)
Makna: Ungkapan kasih sayang yang intim dan personal. Ditemukan pada makam Eugรจne Ferdinand Bakvis (No. 88) .
5.6 Ayat Alkitab untuk Bayi
| Makam | Ayat | Makna |
|---|---|---|
| Loutie Vogel (No. 544) | Markus 10:14 | “Biarkan anak-anak datang kepada-Ku” |
| Caroline Bekking (No. 95) | Yohanes 14 | “Aku hidup dan kamu akan hidup” |
5.7 Nama Panggilan Unik
| Makam | Nama Panggilan | Arti |
|---|---|---|
| No. 88 | “klein schattelief” | sayang kecil |
| No. 340 | “ons schatte veul” | sayang kami (dialek) |
| No. 443 | “Bebpie” | baby (adaptasi) |
| No. 524 | “Zoontje” | putra kecil |
5.8 Makam Bayi dengan Bahasa Asing
- Prancis: Adelaide Agretti (No. 12)
- Inggris: Edward Sebastiaan Donovan (No. 159)
- Rusia: Olga Khainovsky (No. 274) – aksara Sirilik
6. DEMOGRAFI PENGHUNI MAKAM
6.1 Komposisi Jenis Kelamin
| Jenis Kelamin | Perkiraan Jumlah | Persentase |
|---|---|---|
| Pria | ~320 orang | 55% |
| Wanita | ~260 orang | 45% |
| Tidak teridentifikasi | ~10 orang | – |
6.2 Komposisi Usia Saat Meninggal
| Kategori Usia | Rentang | Perkiraan Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Bayi | 0-1 tahun | ~60 orang | Angka kematian bayi tinggi |
| Balita | 1-5 tahun | ~50 orang | – |
| Anak-anak | 5-15 tahun | ~40 orang | – |
| Remaja/Dewasa Muda | 15-30 tahun | ~80 orang | Termasuk wanita melahirkan |
| Dewasa | 30-50 tahun | ~150 orang | Produktif |
| Lansia | 50-70 tahun | ~130 orang | – |
| Lanjut usia | >70 tahun | ~50 orang | Termasuk yang berusia 90+ |
6.3 Usia Tertua
| No. | Nama | Usia | Tahun Meninggal |
|---|---|---|---|
| No. 318 | Johanna Henriette Francine Mentel | 98 tahun | 1929 |
| No. 477 | Anna F. Spruytenburg geb. Mc Lennan | 93 tahun | 1913 |
| No. 400 | Laurenzo Quartero | 88 tahun | 1917 |
| No. 247 | Everhard Jacobus Jacobs | 82 tahun | 1861 |
7. ANALISIS USIA
7.1 Rata-rata Usia Meninggal per Dekade
| Dekade | Rata-rata Usia | Keterangan |
|---|---|---|
| 1800-an | ~55 tahun | Masih cukup tinggi |
| 1810-an | ~53 tahun | – |
| 1820-an | ~50 tahun | Mulai menurun |
| 1830-an | ~48 tahun | – |
| 1840-an | ~45 tahun | – |
| 1850-an | ~43 tahun | Angka kematian anak tinggi |
| 1860-an | ~42 tahun | – |
| 1870-an | ~40 tahun | Terendah |
| 1880-an | ~41 tahun | Masih rendah |
| 1890-an | ~44 tahun | Mulai membaik |
| 1900-an | ~47 tahun | – |
| 1910-an | ~50 tahun | Meningkat |
| 1920-an | ~53 tahun | – |
7.2 Faktor yang Mempengaruhi Usia Meninggal
- Tingginya angka kematian bayi dan anak-anak โ Menarik rata-rata ke bawah
- Kematian ibu melahirkan โ Banyak wanita muda meninggal
- Wabah penyakit โ Kolera 1895, dll.
- Kecelakaan โ Seperti pemain sirkus No. 230
- Perbaikan sanitasi setelah 1900 โ Meningkatkan rata-rata usia
8. TOKOH PENTING DAN PROFESI
8.1 Pejabat Pemerintahan (Binnenlands Bestuur)
| No. Makam | Nama | Jabatan | Keterangan |
|---|---|---|---|
| No. 1 (Hesselaar) | Cornelis Vos | Residen Pasuruan | Mengambil alih dari Inggris 1816 |
| No. 577 | Ferdinand Lodewijk Wattendorff | Residen Probolinggo | Mantan residen |
| No. 371 | David Anthony Pool | Asisten Residen | Pensiunan |
| No. 196 | Willem Antonie Duvelaar van Campen | Asisten Residen | Perwira orde Eikenkroon |
| No. 121 | Mr. C. A. O. van Cattenburch | Asisten Residen | Pensiunan |
| No. 272 | A. Koning | Kontrolir | – |
| No. 59 | H. E. P. Baron von Baermeyer | Sekretaris | Di Pasuruan |

8.2 Militer dan Ksatria Perang
| No. Makam | Nama | Pangkat | Penghargaan |
|---|---|---|---|
| No. 21 | Willem Arnaud Constantijn Ardesch | Mayor Infanteri | M.W.O. kelas 4 |
| No. 13 | G. C. W. Baron van Arnschildt | Letnan Kolonel | – |
| No. 99 | Barend Hendrik ter Braak | Letnan Dua Infanteri | M.W.O. |
| No. 528 | Heinrich Ludwig Verwohlt | – | M.W.O. kelas 4, St. Stanislaus |
| No. 380 | Vincent Anton Emanuel Pohl | Kapten Infanteri | Pensiunan |
| No. 56 & 96 | J. Budding | – | “eervol vermeld” (2x) |

8.3 Pengusaha dan Administrator
| No. Makam | Nama | Profesi | Keterangan |
|---|---|---|---|
| No. 1 (Kedawoeng) | Gerrit Lebret | Administrator | Pemilik Pabrik Gula Kedawoeng |
| No. 66 | Hubertus Johannes Maria van Belle | Direktur | Constructiewinkel “de Bromo” |
| No. 256 | J. D. Kobus | Direktur | Proefstation Oost Java |
| No. 143 | D. Dikkers | Insinyur | B.O.W. |
| No. 176 | W. F. Focke | Kepala Masinis | KPM |
8.4 Bangsawan (Adel)
| No. Makam | Nama | Gelar | Asal |
|---|---|---|---|
| No. 401 | Otto Carl Freiherr von Juncker Bigatto | Freiherr/Baron | Jerman (Bayern) |
| No. 13 | G. C. W. Baron van Arnschildt | Baron | Hanover |
| No. 394 | Albert graaf van Limburg Stirum | Graaf | Belanda |
| No. 51 | Jonkheer Anthonius A. van Benthem | Jonkheer | – |
| No. 339 | Jhr. Franรงois Meyer | Jonkheer | – |
9. KELUARGA BESAR DAN JARINGAN SOSIAL
9.1 Keluarga dengan Anggota Terbanyak
| Keluarga | Jumlah Anggota | No. Makam |
|---|---|---|
| Keluarga Anthonijs | ~11 orang | 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 15, 16, 17 |
| Keluarga Brust | ~10 orang | 42, 43, 61, 69, 70, 71, 72, 73, 74, 75, 76 |
| Keluarga Robijn | ~15 orang | 18, 347, 396, 404, 408, 409, 410, 411, 412, 424, 436, 437, 439, 456, 467, 501 |
| Keluarga Lรผbeck/Doup | ~12 orang | 149, 151, 161, 206, 292-299 |
| Keluarga Mentel | ~10 orang | 312-318, 355-361 |
| Keluarga Morbeck | ~6 orang | 327, 328, 329, 330, 352 |
9.2 Makam Keluarga (Familiegraf)
| No. Makam | Keluarga | Tahun |
|---|---|---|
| 91a | J. N. ter Braak | – |
| 140 | Carolus Wilhelmus Doup | – |
| 153 | Dutrieux | 1860 |
| 162 | Willem Alexander Esser | – |
| 175 | A. Evers | 1854 |
| 188 | M. L. Goossens | 1878 |
| 195 | J. F. Goedkoop | – |
| 249 | Johan Fredrik Jacobsz | – |
| 269 | J. Keller | – |
| 312 | J. G. Mentel | – |
| 399 | J. B. Quartero | – |
| 494 | Scheffmann | – |
| 526 | Beyers van der Vlugt | – |
| 564 | John Arnold Wiederhold | – |
9.3 Jaringan Pernikahan Antar Keluarga
| Keluarga | Menikah dengan | Bukti |
|---|---|---|
| Quartero | Von Juncker Bigatto | E. R. Quartero menikah dengan Otto Carl |
| Morbeck | Terneus, Zรผther | Vrouwe S. Morbeck Terneus, Louise Zรผther |
| Anthonijs | Fischer, van der Linden, Zeil | Berbagai pernikahan |
| Robijn | Berbagai keluarga | Nama Robijn banyak muncul sebagai nama lahir istri |
10. NEGARA ASAL DAN MOBILITAS GLOBAL
10.1 Tempat Lahir di Eropa
| Negara | Kota/Kawasan | Contoh Nama |
|---|---|---|
| Belanda | Amsterdam, Rotterdam, Den Haag, Utrecht, Breda, Leeuwarden, Doesburg, ‘s-Hertogenbosch, Delft, Brielle, Zwolle, Steenderen, Lochem, Axel | Sebagian besar penghuni |
| Jerman | Hanover, Dรผsseldorf, Kiel, Altona, Posen, Spindhof (Bayern), Hopetenzell (Baden) | Keluarga Von Arnschildt, Von Juncker, dll. |
| Prancis/Belgia | Brussel, Roubaix | Van den Bossche, Uyttenhove |
| Inggris/Skotlandia | Manchester, Swansea, Morven Argyleshire, Kintail Ross-shire | Humphries, Williams, Mc Gregor, Mc Lennan |
| Denmark | Kopenhagen | Alb. Larsen |
| Austria | Fischbach, Praha | G. Mentel, V. Pohl |
10.2 Tempat Lahir di Luar Eropa
| Wilayah | Tempat | Contoh Nama |
|---|---|---|
| Afrika Selatan | Cape Town | Eliza Ann van Haastert |
| Amerika Selatan | Demerary (Guyana) | David Anthony Pool |
| Mauritius | Port Louis (Ile de France) | Pierre Philippe Artus Tissot |
| Hindia Belanda | Batavia, Semarang, Surabaya, Pasuruan, Malang, Probolinggo, Banyuwangi, Madiun, Kediri, Gresik, Sidoarjo, Jember, Ambon, Ternate, Bawean, Jepara, Magelang, dll. | Mayoritas generasi kedua |
10.3 Mobilitas Penduduk
Pola mobilitas yang terlihat:
- Imigran generasi pertama: Lahir di Eropa, meninggal di Hindia
- Generasi kedua: Lahir di Hindia, menetap di Hindia
- Mobilitas antar kota di Jawa: Banyak yang lahir di satu kota, meninggal di kota lain
- Jaringan global: Koneksi dengan berbagai negara melalui perdagangan dan pelayaran
11. UNSUR PRIBUMI DAN HUBUNGAN LOKAL
11.1 Makam dengan Unsur Pribumi
No. 171: B. H. Evers
- Prasasti: “Onkosten en opgemaakt / door Njai Evers / genaamd Oriรซnt”
- “Njai” adalah istri tidak resmi pribumi
- Oriรซnt adalah wanita pribumi yang membiayai makam
No. 528: Heinrich Ludwig Verwohlt
- Prasasti: “echtgenoot en zoon van / Lay Boe Niong”
- Lay Boe Niong adalah nama Tionghoa
- Bukti perkawinan campur Eropa-Tionghoa
11.2 Tempat Lahir di Nusantara
Banyak penghuni makam lahir di berbagai wilayah Nusantara:
- Ambon: Friesina Sophia Akker, Francina Johannis, Daniรซl Johannes
- Ternate: Chr. Reyem
- Bawean: Bartholomeus Arnoldus Fredriksz
- Jepara: Johanna Maria Louisa Hubner
- Berbagai kota di Jawa: Batavia, Semarang, Surabaya, Pasuruan, dll.
11.3 Nama-nama Lokal dalam Prasasti
Makam-makam menyebutkan tempat-tempat dengan nama lokal:
- Boemi Agoeng (Lampung)
- Wono Aseh (Probolinggo)
- Ngempit
- Tosari
- Pasrepan
- Kalijeruk
- Wonorejo
- Klurahan
- Kali Gembong
- Bangilan
12. MAKAM DENGAN CATATAN KHUSUS
12.1 Makam dengan Prasasti Bahasa Asing
Bahasa Prancis:
- No. 12: Adelaide Bรฉnoite Mรฉtilde Agretti
- No. 513: Pierre Philippe Artus Tissot
Bahasa Inggris:
- Keluarga Mc Lennan (pemakaman khusus)
- No. 57, 157, 178, 221-222, 230, 326, 363, 463, 491, 571
Bahasa Rusia (Cyrillic):
- No. 274: Olga Khainovsky / ะะะะะฌะะ ะฅะะะะะะกะะะฏ
- Makam paling unik, kemungkinan pengungsi Rusia
12.2 Makam dengan Fitur Monumen Khusus
| No. | Deskripsi Monumen |
|---|---|
| 120 | Malaikat kecil berlutut, dua malaikat, wanita berduka |
| 129 | Malaikat di bagian atas batu |
| 243 | Potret marmer |
| 401 | Mahkota baron (baronnenkroon) |
12.3 Makam dengan Kisah Tragis
Meninggal di hari lahir:
- No. 164: Ernst Eekhout (14 Februari 1884)
- No. 276: Kim (16 Oktober 1914)
- No. 385: Frederik Willem Preyer (10 November 1892)
- No. 529: Wilhelm Ludwig Verwohlt (18 Maret 1897)
Lahir mati:
- No. 258: A. Q. Kraayenhoff vandeLeur
- No. 501: Geertruida Helena Maria Sleebos (dengan anak lahir mati)
Kematian tragis:
- No. 230: Sydney Humphries โ pemain sirkus meninggal saat pertunjukan
- No. 178: Capt. Peter Fea โ meninggal di atas kapal
12.4 Makam dengan Kutipan Ayat Alkitab
| No. | Kutipan |
|---|---|
| 25, 26 | Joh. 11:25 (Akulah kebangkitan) |
| 95 | Joh. 14 (Aku hidup dan kamu akan hidup) |
| 120 | Mazmur 73:26 |
| 129 | “Zalig zij, die in den Heere heengaan” |
| 521 | 1 Korintus 13:13 (Kasih) |
12.5 Makam dengan Puisi
No. 243: Angeline Susanna Josephine van Zijll de Jong
“Phine, tooi ‘k uw graf met bloemen, ‘k Huldig dan uw zorg en strijd, steeds met onverflauwde liefde, mijner kind’ren toegewijd.”
Terjemahan:
“Phine, aku akan menghiasi makammu dengan bunga, lalu aku akan memberi penghormatan atas pengabdian dan perjuanganmu, selalu dengan cinta yang tak pernah pudar, yang kupersembahkan untuk anak-anakku.”
Puisi Belanda yang menyentuh tentang kasih seorang ibu.
13. ANALISIS KELUARGA MORBECK
13.1 Data Makam Keluarga Morbeck
| No. | Nama | Lahir | Meninggal | Hubungan |
|---|---|---|---|---|
| 327 | Wilhelm Morbeck | ? | 1903 | Kemungkinan patriark |
| 328 | H. P. A. Morbeck en zoon Johan | ? | ? | Ayah dan anak |
| 329 | Vrouwe S. Morbeck Terneus | ? | ? | Istri, lahir Terneus |
| 330 | Hermanus Dasar Morbeck | 31 Juli 1870 | 21 Okt 1872 | Balita |
| 352 | Louise Pauline Zรผther | 17 Jan 1881 | 1 Des 1900 | Istri F.J. Morbeck |
*) Nama “Dasar” kemungkinan terinspirasi dari nama Lautan Pasir Bromo yang lazim disebut “Dasar“, keluarga Morbeck adalah agen wisata pertama ke Tosari dan Bromo.
13.2 Tokoh Utama: Henry Morbeck (Tidak Ada di Daftar Makam)
Berdasarkan artikel surat kabar De Indische courant (1932) dan Soerabaijasch handelsblad (1941):
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Nama Lengkap | Henry Morbeck |
| Lahir | Sekitar 1867 di Pasuruan |
| Meninggal | Akhir Juni 1941 (usia 74 tahun) |
| Makam | Dimakamkan di Pasuruan (lokasi pasti tidak tercatat) |
| Ayah | Mantan perwira angkatan laut Jerman, pengelola Grand Hotel Tosari |
| Pekerjaan | Pemilik Hotel Morbeck (1891-1928), agen pabrik gula |
| Istri | Nyonya Morbeck (menikah 1890/1891, “Indische dame”) |
13.3 Peran Henry Morbeck di Pasuruan
Sebagai Hotelier:
- Membeli Hotel Marine dari ayahnya tahun 1891
- Mengelola Hotel Morbeck selama 37 tahun (1891-1928)
- Hotel dikunjungi Raja Siam (1896) dan Pangeran Mecklenburg
Sebagai Agen Pabrik Gula (1899-1932):
- Mengageni pabrik: Gayam, Winongan, Ngempit, Kedawoeng, Sempal-Wadak, Soember-Redjo, Garum, Pagungrejo, Kunir
Peran Sosial:
- Anggota Sociรซteit “de Harmonie” 40 tahun, anggota kehormatan
- Ketua I.E.V. (Indo-Europeesch Verbond) Pasuruan
- Pemimpin fraksi di dewan kota (gemeenteraad)
13.4 Nyonya Morbeck: Sang Ibu bagi Para Istri Muda
- Pengelola utama Hotel Morbeck sehari-hari
- Populer di kalangan komunitas Eropa
- Mengajarkan para istri muda cara mengelola rumah tangga ala Hindia
- Disebut “nobele, onzelfzuchtige Indische dame” (wanita Indo mulia, tidak egois)
13.5 Rekonsiliasi Data
Henry Morbeck tidak tercatat dalam daftar makam yang dianalisis karena daftar makam tidak lengkap (hanya mencakup periode tertentu). Namun, berdasarkan artikel obituari, Henry Morbeck dimakamkan di Pasuruan, kota kelahirannya. Hotel yang ia kelola kemudian dibeli oleh Pemerintah Kota Pasuruan dan sebagian gedungnya menjadi Balai Kota.
14. ANALISIS KELUARGA OTTO CARL VON JUNCKER BIGATTO
14.1 Data Makam (No. 401)
Prasasti:
Boven aan den steen een baronnenkroon.
Hier rust / Otto Carl / freiherr von Juncker / Bigatto/ geboren 11 Sept. 1838 / overleden 17 Jan. 1913.
Hier rust / mijne onvergetelijke gade / E. R. v. Juncker-Bigatto / geb. Quartero / 1831 1889 /R.I. P.
14.2 Identitas Otto Carl
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Nama Lengkap | Otto Carl Freiherr von Juncker Bigatto |
| Gelar | Freiherr (Baron) |
| Lahir | 11 September 1838, Spindhof, Bayern (Jerman) |
| Orang Tua | Sigmund von Juncker Bigatto dan Amalie von Rieben |
| Meninggal | 17 Januari 1913 |
| Status | Bangsawan Jerman |
14.3 Identitas Istri: E. R. von Juncker-Bigatto geb. Quartero
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Nama | E. R. Quartero (setelah menikah: von Juncker-Bigatto) |
| Lahir | 1831 |
| Meninggal | 1889 |
| Keluarga Asal | Keluarga Quartero (makam No. 399, 400) |
| Status | Wanita Indo-Eropa dari keluarga terkemuka Pasuruan |
14.4 Keluarga Quartero
| No. | Nama | Lahir | Meninggal | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 399 | J. B. Quartero | ? | 1871 | Kepala keluarga |
| 400 | Laurenzo Quartero | ~1829 | 1917 | Usia 88 tahun |
| 400 | Fernando Quartero | ~1864 | 1918 | Usia 54 tahun |
14.5 Makna Pernikahan Ini
Pernikahan Otto Carl (bangsawan Jerman) dengan E. R. Quartero (keluarga lokal) adalah contoh strategi sosial:
- Otto Carl mendapat koneksi lokal dan akses bisnis
- Keluarga Quartero mendapat prestise dan koneksi bangsawan Eropa
Simbol mahkota baron di makam Otto Carl adalah bukti status tertinggi di pemakaman ini.
14.6 Tragedi Keluarga
Henry Morbeck dalam wawancara 1932 menyebutkan bahwa keluarga Von Juncker Bigatto adalah korban pertama wabah kolera 1895:
“Lima anggota keluarga ini meninggal dalam satu hari.”
Namun, makam No. 401 hanya mencatat Otto Carl (meninggal 1913) dan istrinya (meninggal 1889) โ kelima korban kolera 1895 tidak ada dalam daftar atau kemungkinan dimakamkan di tempat lain.
15. ANALISIS KRONOLOGIS KEMATIAN
15.1 10 Tahun dengan Kematian Tertinggi
| Peringkat | Tahun | Jumlah Kematian |
|---|---|---|
| 1 | 1887 | 13 orang |
| 2 | 1881 | 12 orang |
| 3 | 1897 | 11 orang |
| 4 | 1891 | 10 orang |
| 5 | 1900 | 9 orang |
| 5 | 1889 | 9 orang |
| 5 | 1893 | 9 orang |
| 8 | 1885 | 8 orang |
| 8 | 1903 | 8 orang |
| 10 | 1882 | 7 orang |
15.2 Tren Kematian per Dekade
| Dekade | Jumlah Kematian | Rata-rata per Tahun |
|---|---|---|
| 1870-an | ~30 | 3 |
| 1880-an | ~70 | 7 (TERTINGGI) |
| 1890-an | ~60 | 6 |
| 1900-an | ~40 | 4 |
| 1910-an | ~30 | 3 |
| 1920-an | ~20 | 2 |
| 1930-an | ~15 | 1.5 |
15.3 Kaitan dengan Peristiwa Sejarah
| Tahun | Peristiwa | Dampak |
|---|---|---|
| 1893 | Kebakaran Besar Bangilan | Disebut Henry Morbeck |
| 1895 | Wabah Kolera | 5 anggota Von Juncker Bigatto meninggal |
| 1881-1887 | Puncak kematian | Kemungkinan wabah periodik |
16. MAKAM TERTUA DAN MAKAM TERAKHIR
16.1 Makam Tertua (1796)
No. 413: Friderich Riems
- Meninggal: 10 Agustus 1796
- Satu-satunya makam dari abad ke-18 dalam daftar
- Masa VOC masih berkuasa (VOC bubar 1799)
- Tidak ada informasi tentang usia atau asal-usulnya
- Prasasti: “Hier rust / Friderich Riems / overleden te Passarouang / den 10de Augustus / 1796”
16.2 Makam Terakhir (1930)
No. 238: Anton Hendrik Pieter Heyting
- Lahir: 19 September 1930
- Meninggal: 16 Oktober 1930
- Usia: 27 hari
- Makam dengan tahun kematian terakhir dalam daftar (1930)
- Merupakan generasi terakhir komunitas Eropa yang dimakamkan di Pasuruan sebelum catatan ini disusun
- Prasasti: “Anton Hendrik Pieter Heyting / geb. 19 Sept. 1930 / overl. 16 Oct. 1930”
16.3 Orang yang Lahir di Bawah 1800
| No. | Nama | Lahir | Tempat Lahir | Meninggal | Usia |
|---|---|---|---|---|---|
| 13 | G. C. W. Baron van Arnschildt | 23 April 1754 | Hanover | 1821 | 66 |
| 371 | David Anthony Pool | 3 Feb 1796 | Demerary | 1853 | 57 |
| 23 | H. P. van Aitsma | 10 Feb 1787 | Batavia | 1860 | 73 |
| 31 | W. O. Andela | 3 Des 1778 | ? | 1835 | 56 |
| 163 | A. C. Sleebos | 28 April 1779 | ? | 1851 | 72 |
| 247 | Everhard Jacobus Jacobs | 16 Juli 1779 | PASURUAN | 1861 | 82 |
| 29 | T. M. Franz | 11 Nov 1783 | Surabaya | 1838 | 54 |
| 575 | Theodorus van ‘t Wout | 28 Maret 1780 | Rotterdam | 1829 | 49 |
| 152 | Anna Margaretha Goed | 7 Des 1794 | ? | 1863 | 68 |
| 325 | Johannes Mouthaan | 10 Mei 1792 | Delft | 1845 | 53 |
| 380 | Vincent Anton Pohl | 17 Maret 1790 | Praha | 1838 | 48 |
| 442 | A. G. Sleebos | 17 Agustus 1786 | ? | 1842 | 55 |
| 514 | L. M. Temperman | ~1796 | ? | 1848 | 52 |
| 2 (McL) | Donald Mc Lennan | 22 April 1784 | Skotlandia | 1865 | 80 |
| 7 (McL) | Johanna Hubner | 16 Sept 1796 | Jepara | 1872 | 75 |
Total: 15 orang
16.4 Rekor-rekor Penting
| Kategori | Nama | Keterangan |
|---|---|---|
| Makam tertua | Friderich Riems | 1796 |
| Makam terakhir | Anton Hendrik Pieter Heyting | 1930 |
| Lahir paling awal | G. C. W. Baron van Arnschildt | 23 April 1754 |
| Usia paling panjang | Johanna Henriette Francine Mentel | 98 tahun (1831-1929) |
| Penduduk asli Pasuruan tertua | Everhard Jacobus Jacobs | Lahir 1779 di Pasuruan, meninggal 82 tahun |
17. KATA DAN KALIMAT YANG SERING DIGUNAKAN
17.1 Pembuka Makam
| Frasa | Frekuensi | Arti | Keterangan |
|---|---|---|---|
| “Hier rust” | >500 | “Di sini beristirahat” | Frasa pembuka paling umum |
| “Hier rusten” | ~50 | “Di sini beristirahat” (jamak) | Untuk makam dengan lebih dari satu orang |
| “Hier ligt” | ~10 | “Di sini terletak” | Variasi yang lebih jarang |
| “Hieronder rust” | ~5 | “Di bawah ini beristirahat” | Untuk makam di ruang bawah tanah |
17.2 Ungkapan Kasih Sayang untuk Keluarga
| Frasa | Frekuensi | Arti | Penggunaan |
|---|---|---|---|
| “onze geliefde” | ~50 | “kami tercinta” | Untuk orang tua, anak, saudara |
| “mijn geliefde” | ~30 | “ku tercinta” | Untuk suami/istri atau anak |
| “onze innig geliefde” | ~15 | “kami yang sangat tercinta” | Penekanan lebih kuat |
| “mijn innig geliefde” | ~10 | “ku yang sangat tercinta” | Penekanan lebih kuat |
| “onze dierbare” | ~10 | “kami tersayang” | Alternatif untuk “geliefde” |
| “onze lieveling” | ~25 | “kesayangan kami” | PALING SERING UNTUK BAYI/ANAK |
| “onze lieve” | ~10 | “kami tersayang” | Untuk anak atau orang tua |
| “onze lievelingen” | ~5 | “kesayangan kami” (jamak) | Untuk beberapa anak |
17.3 Sebutan Keluarga
| Frasa | Frekuensi | Arti | Contoh Penggunaan |
|---|---|---|---|
| “vader” | ~30 | “ayah” | “onze geliefde vader” |
| “moeder” | ~30 | “ibu” | “onze geliefde moeder” |
| “echtgenoot” | ~25 | “suami” | “mijn geliefde echtgenoot” |
| “echtgenoote” | ~25 | “istri” | “mijn geliefde echtgenoote” |
| “zoon” | ~15 | “putra” | “onze geliefde zoon” |
| “dochter” | ~5 | “putri” | “onze geliefde dochter” |
| “broeder” | ~5 | “saudara laki-laki” | “onze geliefde broeder” |
| “zuster” | ~5 | “saudari perempuan” | “onze geliefde zuster” |
| “kind” / “kindje” | ~10 | “anak” / “anak kecil” | Khusus untuk bayi/anak kecil |
| “baby” | 1 | “bayi” | No. 53: “onze baby” |
17.4 Ungkapan Duka dan Perpisahan
| Frasa | Frekuensi | Arti | Keterangan |
|---|---|---|---|
| “Rust in vrede” | ~50 | “Beristirahatlah dalam damai” | Doa untuk yang meninggal |
| “R.I.P.” | ~75 | “Requiescat in pace” (Latin) | PALING SERING |
| “Rust zacht” | ~15 | “Beristirahatlah dengan tenang” | Variasi yang lebih lembut |
| “Slaap zacht” | ~5 | “Tidurlah nyenyak” | SERING UNTUK BAYI/ANAK |
| “Zacht en kalm” | ~10 | “Dengan tenang dan damai” | Deskripsi cara beristirahat |
| “Diep betreurd” | ~5 | “Sangat diratapi” | Oleh keluarga yang ditinggalkan |
| “Onvergetelijke” | ~3 | “Tak terlupakan” | “mijne onvergetelijke gade” (No. 401) |
17.5 Frasa Religius
| Frasa | Frekuensi | Arti | Sumber |
|---|---|---|---|
| “R.I.P.” | ~75 | “Requiescat in pace” | Latin, doa untuk arwah |
| “God is Liefde” | 1 | “Allah adalah Kasih” | No. 129 (Dicky Colman) |
| “Zalig zij, die in den Heere heengaan” | 1 | “Berbahagialah mereka yang meninggal dalam Tuhan” | No. 129 |
| “Joh. 11 v. 25” | 2 | Yohanes 11:25 | “Akulah kebangkitan dan hidup” |
| “1 Corinthe 13 : 13” | 1 | 1 Korintus 13:13 | “Yang paling besar ialah kasih” |
| “Psalm LXXIII 26” | 1 | Mazmur 73:26 | “Allah adalah gunung batuku” |
17.6 Frasa untuk Bayi dan Anak (Khusus)
| Frasa | Frekuensi | Arti | Makna |
|---|---|---|---|
| “onze lieveling” | ~25 | “kesayangan kami” | Ungkapan paling umum untuk anak |
| “ons kindje” | ~5 | “anak kecil kami” | Untuk bayi |
| “onze kleine lieveling” | ~5 | “kesayangan kecil kami” | Penekanan pada usia kecil |
| “klein schattelief” | 1 | “sayang kecil” | No. 88, sangat intim |
| “ons schatte veul” | 1 | “sayang kami” (dialek) | No. 340 |
| “onze baby” | 1 | “bayi kami” | No. 53 |
| “onze eenigste lieveling” | 1 | “satu-satunya kesayangan kami” | No. 567, anak tunggal |
| “Hier ligt de schelp, de parel is bij God” | 2 | “Di sini terletak cangkangnya, mutiaranya ada di sisi Tuhan” | Metafora puitis untuk bayi |
17.7 Kata Kerja Kelahiran dan Kematian
| Frasa | Frekuensi | Arti | Keterangan |
|---|---|---|---|
| “geboren” | >400 | “lahir” | Hampir semua makam mencantumkan ini |
| “overleden” | >400 | “meninggal” | Hampir semua makam mencantumkan ini |
| “geb. en overl.” | ~5 | “lahir dan meninggal” | Untuk yang meninggal di hari lahir |
| “levenloos geboren” | 1 | “lahir mati” | No. 258 |
| “doodgeboren kind” | 1 | “anak lahir mati” | No. 501 |
17.8 Frasa Penanda Waktu
| Frasa | Frekuensi | Arti | Keterangan |
|---|---|---|---|
| “den โฆ” | >300 | “pada tanggal โฆ” | Format tanggal klasik |
| “in den ouderdom van” | ~50 | “pada usia” | Diikuti angka tahun |
| “oud โฆ jaren” | ~50 | “usia โฆ tahun” | Alternatif |
| “oud โฆ maanden” | ~5 | “usia โฆ bulan” | Untuk bayi |
| “oud โฆ dagen” | 1 | “usia โฆ hari” | No. 333 (28 hari) |
17.9 Ungkapan untuk Suami/Istri
| Frasa | Frekuensi | Arti | Contoh |
|---|---|---|---|
| “mijne onvergetelijke gade” | 1 | “istriku yang tak terlupakan” | No. 401, paling puitis |
| “mijne innig geliefde echtgenoote” | ~5 | “istriku yang sangat tercinta” | Penekanan kuat |
| “mijn geliefde echtgenoot” | ~10 | “suamiku tercinta” | Standar |
| “hare dankbare kinderen” | ~5 | “anak-anaknya yang berterima kasih” | Untuk ibu |
17.10 Frasa Penghormatan Profesi/Jabatan
| Frasa | Frekuensi | Arti | Pengguna |
|---|---|---|---|
| “in leven” | ~20 | “pensiunan / mantan” | Diikuti jabatan |
| “gepensioneerd” | ~10 | “pensiunan” | Untuk pejabat/militer |
| “ridder” | ~5 | “ksatria” | Penerima M.W.O. |
| “M.W.O.” | ~3 | “Militaire Willems-Orde” | Penghargaan militer |
17.11 Frasa untuk Makam Keluarga
| Frasa | Frekuensi | Arti | Keterangan |
|---|---|---|---|
| “Familiegraf” | ~15 | “Makam keluarga” | Menandai makam keluarga |
| “Graftombe” | 1 | “Makam besar” | No. 153 (Dutrieux) |
| “Familiegrafkelder” | 1 | “Ruang bawah tanah keluarga” | No. 526 |
17.12 Kata Sifat yang Sering Muncul
| Kata | Frekuensi | Arti | Penggunaan |
|---|---|---|---|
| “geliefde” | >100 | “tercinta” | Paling umum untuk semua hubungan |
| “dierbare” | ~15 | “tersayang” | Alternatif |
| “innig” | ~20 | “sangat” | Memperkuat “geliefde” |
| “lieve” | ~15 | “sayang” | Lebih lembut |
| “onvergetelijke” | 1 | “tak terlupakan” | Paling kuat |
17.13 Frasa Pembuka Alternatif
| Frasa | Frekuensi | Arti | Keterangan |
|---|---|---|---|
| “Ter nagedachtenis aan” | ~15 | “Untuk mengenang akan” | Gaya lebih formal |
| “Gewijd aan” | ~2 | “Dipersembahkan untuk” | No. 212, 548 |
| “Geheiligd aan” | ~2 | “Dikeramatkan untuk” | No. 212, 548 |
| “In loving memory of” | ~5 | “Untuk mengenang dengan cinta” | Makam berbahasa Inggris |
17.14 Frasa untuk Bayi Meninggal di Hari Lahir
| Frasa | Jumlah | Contoh |
|---|---|---|
| “geboren en overleden” | 4 | Ernst Eekhout, Kim, Frederik Preyer, Wilhelm Verwohlt |
| “geb. en overl.” | 4 | Singkatan dari frasa di atas |
17.15 Kata/Frasa Unik (Hanya Muncul Sekali)
| Frasa | Arti | Makam | Makna Khusus |
|---|---|---|---|
| “Baronnenkroon” | “Mahkota baron” | No. 401 | Simbol bangsawan |
| “Portret in marmer” | “Potret marmer” | No. 243 | Fitur langka |
| “Njai” | “Nyai” (istri pribumi) | No. 171 | Unsur pribumi |
| “Chรจre enfant prie pour nous” | “Anak terkasih doakan kami” | No. 12 | Bayi diminta mendoakan |
| “ะะะะะฌะะ” | “Olenka” (Rusia) | No. 274 | Aksara Sirilik |
| “Zijne collega’s en vrienden” | “Rekan-rekan dan teman-temannya” | No. 176 | Didirikan rekan kerja |
| “Zijne vrienden van het Proefstation” | “Teman-temannya dari Stasiun Percobaan” | No. 499 | Didirikan institusi |
17.16 Frasa Pembuka Berdasarkan Bahasa
| Bahasa | Frasa Pembuka | Frekuensi |
|---|---|---|
| Belanda | “Hier rust” | >500 |
| Belanda | “Hier rusten” | ~50 |
| Inggris | “Sacred to the memory of” | ~10 |
| Inggris | “In loving memory of” | ~5 |
| Prancis | “Ici repose” | 2 |
| Prancis | “Ci git” | 1 |
| Latin | “R.I.P.” | ~75 (di bagian akhir) |
17.17 Frasa untuk Orang Tua dan Kakek-Nenek
| Frasa | Frekuensi | Arti | Keterangan |
|---|---|---|---|
| “onze geliefde ouders” | ~10 | “orang tua kami tercinta” | Untuk ayah dan ibu |
| “onze geliefde vader” | ~15 | “ayah kami tercinta” | Untuk ayah |
| “onze geliefde moeder” | ~15 | “ibu kami tercinta” | Untuk ibu |
| “onze grootouders” | 1 | “kakek-nenek kami” | No. 481 |
17.18 Frasa Geografis
| Frasa | Frekuensi | Arti | Keterangan |
|---|---|---|---|
| “geboren te” | >300 | “lahir di” | Diikuti tempat lahir |
| “overleden te” | >300 | “meninggal di” | Diikuti tempat meninggal |
| “alhier” | ~10 | “di sini” | Untuk yang meninggal di Pasuruan |
17.19 Ringkasan Frekuensi Tertinggi
| Peringkat | Frasa | Frekuensi | Kategori |
|---|---|---|---|
| 1 | “Hier rust” | >500 | Pembuka |
| 2 | “geboren” | >400 | Kelahiran |
| 3 | “overleden” | >400 | Kematian |
| 4 | “R.I.P.” | ~75 | Doa |
| 5 | “onze geliefde” | ~50 | Kasih sayang |
| 6 | “Rust in vrede” | ~50 | Doa |
| 7 | “in den ouderdom van” | ~50 | Usia |
| 8 | “mijn geliefde” | ~30 | Kasih sayang |
| 9 | “onze lieveling” | ~25 | Kasih sayang untuk anak |
| 10 | “echtgenoot” / “echtgenoote” | ~25 | Status pernikahan |
18. KESIMPULAN
18.1 Ringkasan Statistik
| Kategori | Temuan |
|---|---|
| Total makam terdata | 584 + makam keluarga |
| Rentang waktu | 1796 โ 1930 |
| Makam tertua | Friderich Riems (1796) |
| Makam terakhir | Anton Hendrik Pieter Heyting (1930) |
| Usia tertua | Johanna Mentel (98 tahun, 1929) |
| Tahun kematian terbanyak | 1887 (13 orang) |
| Dekade kematian terbanyak | 1880-an (~70 orang) |
| Keluarga terbanyak | Robijn, Anthonijs, Brust, Lรผbeck/Doup, Mentel |
| Bangsawan tertinggi | Otto Carl Freiherr von Juncker Bigatto (Baron) |
18.2 Kondisi Makam Saat Ini
Dari empat lokasi pemakaman Eropa di Pasuruan yang tercatat dalam dokumen sejarah:
| Lokasi | Jumlah Makam | Kondisi |
|---|---|---|
| Pemakaman Umum Bugul Lor | 584 makam | Hilang tak berbekas |
| Pemakaman Keluarga Mc Lennan | 7 makam | Hilang tak berbekas |
| Makam Keluarga Kedawoeng | 2 makam | Masih ada |
| Makam Keluarga Hesselaar-Vos | 2 makam (+ anggota) | Hilang tak berbekas |
Hanya satu dari empat lokasi yang masih tersisa hingga saat ini.
18.3 Pola Demografis
- Mayoritas penghuni lahir di abad ke-19 (terutama 1830-1860)
- Angka kematian bayi dan anak sangat tinggi โ lebih dari 10% dari total makam, mencerminkan kondisi medis primitif
- Puncak kematian di dekade 1880-an โ kemungkinan wabah dan bencana
- Rata-rata usia meningkat setelah 1900 โ perbaikan sanitasi dan layanan kesehatan
- Makam terakhir tahun 1930 โ seorang bayi bernama Anton Hendrik Pieter Heyting yang hanya hidup 27 hari
18.4 Struktur Sosial
Masyarakat Eropa di Pasuruan terdiri dari:
| Lapisan | Kelompok | Contoh |
|---|---|---|
| Lapisan atas | Bangsawan | Von Juncker, Van Arnschildt, Van Limburg Stirum |
| Lapisan menengah-atas | Pejabat pemerintah, perwira militer, pengusaha besar | Cornelis Vos, Gerrit Lebret, Henry Morbeck |
| Lapisan menengah | Administrator pabrik gula, profesional | J. D. Kobus, D. Dikkers |
| Lapisan bawah | Karyawan, pedagang kecil, tentara biasa | Berbagai nama tanpa gelar |
18.5 Mobilitas Geografis
Penghuni makam berasal dari berbagai penjuru dunia:
- Eropa: Belanda, Jerman, Prancis, Inggris, Skotlandia, Denmark, Austria
- Amerika Selatan: Guyana
- Afrika: Afrika Selatan
- Asia: Hindia Belanda (mayoritas), Mauritius
18.6 Hubungan dengan Pribumi
- Njai (No. 171) โ hubungan informal dengan wanita pribumi
- Pernikahan dengan Tionghoa (No. 528) โ Lay Boe Niong
- Lahir di Nusantara โ mayoritas generasi kedua
18.7 Warisan Sejarah
Keluarga-keluarga ini meninggalkan warisan berharga:
| Keluarga | Warisan |
|---|---|
| Keluarga Morbeck | Hotel Morbeck (dibeli Pemkot Pasuruan, sebagian menjadi Balai Kota), kenangan sosial |
| Keluarga Von Juncker | Simbol bangsawan Eropa di Pasuruan |
| Keluarga Hesselaar-Vos-Lebret | Dinasti perkebunan dan pabrik gula |
| Keluarga Mc Lennan | Enklave Skotlandia dan pengusaha gula di Pasuruan |
| Keluarga Anthonijs & Robijn | Pengusaha gula dan jaringan keluarga besar, mewariskan Gereja Katolik |
18.8 Makna Historis
Makam-makam ini bukan sekadar kumpulan nama dan tanggal, melainkan jendela ke dalam kehidupan, kematian, dan struktur sosial komunitas Eropa di Pasuruan selama era kolonial. Mereka adalah saksi bisu dari:
- Masa kejayaan industri gula di Jawa Timur
- Mobilitas global di abad ke-19
- Perkawinan campur dan integrasi budaya antara Eropa, Indo, Tionghoa, dan pribumi
- Tragedi wabah dan bencana yang merenggut banyak nyawa
- Modernisasi kota Pasuruan dari pelabuhan tradisional menjadi kota modern
Rentang waktu makam ini membentang dari 1796 hingga 1930 โ lebih dari satu abad sejarah komunitas Eropa di Pasuruan. Dimulai dari Friderich Riems di akhir abad ke-18, dan berakhir dengan Anton Hendrik Pieter Heyting, seorang bayi yang hanya hidup 27 hari di tahun 1930.
Sayangnya, dari keempat lokasi pemakaman yang tercatat dalam dokumen sejarah, hanya satu yang masih tersisa. Tiga lainnya telah lenyap tanpa bekas, menghilangkan jejak fisik komunitas yang pernah menjadi bagian penting dari sejarah Pasuruan. Namun, melalui dokumen ini, ingatan tentang mereka tetap hidup.
19. LAMPIRAN
19.1 Glosarium Istilah
| Istilah | Arti |
|---|---|
| geb. | geboren (lahir) |
| overl. | overleden (meninggal) |
| R.I.P. | Requiescat in pace (Beristirahat dalam damai) |
| Njai | Istri tidak resmi pribumi |
| Freiherr | Gelar bangsawan Jerman (Baron) |
| Jonkheer | Gelar bangsawan Belanda |
| Graaf | Gelar bangsawan Belanda (Count) |
| Soos | Sociรซteit (klub sosial) |
| I.E.V. | Indo-Europeesch Verbond |
19.2 Daftar Singkatan Profesi
| Singkatan | Kepanjangan | Arti |
|---|---|---|
| M.W.O. | Militaire Willems-Orde | Orde Militer Willem |
| B.O.W. | Burgerlijke Openbare Werken | Pekerjaan Umum |
| K.P.M. | Koninklijke Paketvaart Maatschappij | Perusahaan Pelayaran Kerajaan |
19.3 Peta Konsep Jaringan Keluarga
VON JUNCKER (Bangsawan Jerman)
|
Otto Carl โ E.R. Quartero
| |
| QUARTERO (Keluarga Lokal)
|
KORBAN KOLERA 1895 (5 orang)
MORBECK (Jerman โ Pasuruan)
|
Henry Morbeck โ Ny. Morbeck (Indische dame)
|
Hotel Morbeck (1891-1928)
|
Agen Pabrik Gula (1899-1932)
HESSELAAR-VOS-LEBRET
|
Johannes Hesselaar (โ 1811)
|
Cornelis Vos (Residen) โ M.C. Vos-Hesselaar
|
Gerrit Lebret (Pabrik Gula Kedawoeng)19.4 Daftar Makam dengan Jumlah Anggota Terbanyak
| No. Makam | Jumlah Anggota | Keluarga |
|---|---|---|
| 801 1 | 7 orang | Pool / Van ‘t Wout / Wattendorff / Van Limburg Stirum |
| 55 | 3 orang | Bruyninga / Du Bois / Van Exter |
| 118 | 3 orang | Creutzburg |
| 301 | 2 orang | Van Loon (ibu & anak) |
| 324 | 5 orang | Meyer / Ten Cate |
| 394 | 5 orang | Pool / Van Limburg Stirum |
| 526 | 6 orang | Beyers van der Vlugt / Eschauzier |
| 564-566 | 6 orang | Wiederhold / Le Roux |
Akhir Laporan
Dokumen ini disusun berdasarkan data “Genealogische en heraldische gedenkwaardigheden betreffende Europeanen op Java” (1934-1939) karya P.C. Bloys van Treslong Prins, dengan tambahan artikel surat kabar sezaman.
Frasa paling puitis dari makam bayi:
“Hier ligt de schelp, de parel is bij God”
(Di sini terletak cangkangnya, mutiaranya ada di sisi Tuhan)
Frasa paling intim:
“Slaap zacht / klein schattelief”
(Tidurlah nyenyak / sayang kecil)
Frasa paling sering:
“Hier rust” (Di sini beristirahat)
“R.I.P.” (Requiescat in pace)
Makam tertua:
Friderich Riems (1796)
Makam terakhir:
Anton Hendrik Pieter Heyting (1930) – seorang bayi yang hanya hidup 27 hari
Pasuruan, 13 Maret 2026
Postingan Terkait :
Daftar Lengkap Makam Eropa di Pasuruan
Karakter Kontroversial Sang Raja Kedawoeng “Gerrit Lebret”

