Riwayat Hotel Tönjes Pasuruan – Dibunuh Perlahan oleh POJ

Riwayat Hotel Tönjes Pasuruan – Dibunuh Perlahan oleh POJ

Hotel Tönjes (huruf asli “ö” atau “o” dengan umlaut atau titik dua diatas, yang dibaca mirif huruf “eu”), kadang ditulis dengan huruf “o” biasa. Merupakan salah satu hotel Eropa ternama di Kota Pasuruan pada awal abad...
Clemens Tehuis di Klentengstraat Probolinggo

Clemens Tehuis di Klentengstraat Probolinggo

Di sudut pertemuan Klentengstraat (sekarang Jl. W.R. Supratman) dan Schoolstraat (sekarang Jl. Imam Bonjol) di Probolinggo, pernah berdiri sebuah lembaga pendidikan yang menjadi simbol perjuangan, pengorbanan, dan harapan di masa-masa tergelap Depresi Besar. Namanya:...
Lebih dari Seabad Gereja Katolik Probolinggo Melayani Umat

Lebih dari Seabad Gereja Katolik Probolinggo Melayani Umat

Lebih dari satu abad sudah Gereja Katolik Probolinggo hadir di tengah kota ini (1924-2026). Dari masa ke masa, dari pastor ke pastor, dari umat ke umat, pelayanan itu terus mengalir. Mari kita sejenak mundur ke belakang, menyapa para perintis yang dulu memulai...
Sejarah Suplai Energi Listrik di Jawa Timur

Sejarah Suplai Energi Listrik di Jawa Timur

Sejarah penyediaan energi listrik di Jawa Timur merupakan salah satu babak penting dalam perjalanan modernisasi wilayah ini, dari masa akhir abad ke-19 hingga pemulihan pasca-perang kemerdekaan. Artikel ini menyajikan terjemahan dan penyajian ulang dari naskah asli...
Laporan dari Lumajang Masa Aksi Polisi Tahun 1947

Laporan dari Lumajang Masa Aksi Polisi Tahun 1947

Sebuah laporan yang dibuat oleh pejabat sementara (waarneming) Asisten Residen Lumajang, W.C. Schoevers, berjudul “Late Rapport Loemadjang” (Laporan terlambat Lumajang) mencatat operasi pergerakan pasukan dan pegawai administrasi Belanda untuk menduduki...
Berburu Bersama Sang “Legenda”

Berburu Bersama Sang “Legenda”

EPOS DARI RIMBA DAN HARIMAU (Dari M.-redaktur kami.) Berburu Bersama Tuan Ledeboer – Telah Menembak Lebih Dari Seratus Harimau – Senjata Apa Yang Digunakannya – Mitos Tentang Harimau Sendirian di Hutan Tuan Ledeboer yang terkenal dari Hyang, yang...
Raja Terakhir Kerajaan Hyang – Berakhir di Kamp Interniran Jepang

Raja Terakhir Kerajaan Hyang – Berakhir di Kamp Interniran Jepang

A. J. M. Ledeboer, atau lengkapnya Adriaan Johan Marie Ledeboer, bersama saudaranya Bernard adalah sosok kontroversial di Jawa Timur. Selain dikenal sebagai pemburu ulung harimau (klaim membunuh lebih dari 100 ekor) sekaligus pionir konservasi alam partikelir di...
“Kerajaan Hyang” – Dataran Tinggi Terindah di Hindia Belanda

“Kerajaan Hyang” – Dataran Tinggi Terindah di Hindia Belanda

Artikel ini merupakan lanjutan dari seri liputan pada tahun 1935 oleh M.-Redacteur alias tuan M(isset) dari De Indische Courant, ditulis pada awal tahun 1936. Tuan I. H. Misset menulis tentang upaya A. J. M. Ledeboer membuka Dataran Tinggi Hyang untuk wisata alam...
Semakin Serius Dengan Hyang (Bagian VI – Terakhir)

Semakin Serius Dengan Hyang (Bagian VI – Terakhir)

Membuka Akses Rencana Hotel dan Bandara Tertinggi di Hindia Hyang telah menarik perhatian penulis artikel-artikel ini selama bertahun-tahun, dan sebagai jurnalis alam, ia selalu berharap untuk berkunjung lagi. Namun, karena izin harus diminta dan seorang editor harus...
Kabut Disekitar Hyang (Bagian V)

Kabut Disekitar Hyang (Bagian V)

Hak Guna Usaha (Erfpacht) Ledeboer Sejarah Awal dan Investigasi pemerintah. Kabut misterius yang menyembunyikan dataran Hyang dari pandangan disebabkan oleh dua keadaan. Pertama, karena letaknya yang terpencil, hanya ada dua jalur yang menuju ke puncaknya, jalur yang...
Kondisi Satwa Liar di Hyang (Bagian IV)

Kondisi Satwa Liar di Hyang (Bagian IV)

Melawan kebakaran dan perburuan liar! Beginilah keadaannya di masa lalu. Padang rumput tertinggi disebut “Herterdal” dalam karya Dr. Groneman. Namun, nama ini tidak dikenal di Dataran Tinggi Hyang dan karena itu telah hilang. Karena seluruh dataran adalah...
Kerajaan “Raja Ledeboer” (Bagian III)

Kerajaan “Raja Ledeboer” (Bagian III)

Tipe Lanskap Kabut telah memenangkan pertempuran melawan cahaya. Suasana kelabu menyelimuti sekeliling. Jalan yang tadinya relatif lebar kini menjadi sempit dan licin, sehingga kami hanya bisa melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Hutan itu kini hanya mengenal...
Perjalanan ke Hyang (Bagian II)

Perjalanan ke Hyang (Bagian II)

Mendaki Gunung, Dulu dan Kini Setelah berpamitan dengan tuan rumah kami, tuan Ledeboer, kami berkendara melalui Klakah menuju Probolinggo, lalu berbelok ke jalan menuju Maron di tengah perjalanan antara kedua tempat tersebut. Sedikit lebih jauh dekat Pekalen, sebuah...