1 Jun, 2026
📌 Pasuruan (96 artikel) “Kwee Sik Poo” Pemilik Awal Rumah A.K.A. “Hotel Daroessalam” Kota Pasuruan → Baca Hilangnya Frans Van Mourik Yang Misterius – Walikota Pasuruan Terakhir Era Kolonial → Baca Peta Kota Pasuruan 1923 → Baca...
28 May, 2026
Mangga : “Lahan yang Nyaris Tidak Dikenal” Siapa yang tidak kenal POJ? Proefstation Oost-Java di Pasuruan yang begitu harum namanya, menyelamatkan industri gula dunia dengan varietas tebu ajaib POJ 2878. Namun, hanya sedikit yang tahu bahwa...
26 May, 2026
Oleh : Frater Nolascus Waijers, di Malang. Asal-Usul Sekolah (tipografi) ini sudah didirikan sebelum perang pada tahun 1938 oleh Yayasan Karmel. Awalnya bertempat di asrama dan sekolah Frateran “Clemens Tehuis” di Probolinggo. Sayangnya, sekolah ini hanya...
24 May, 2026
Hotel Tönjes (huruf asli “ö” atau “o” dengan umlaut atau titik dua diatas, yang dibaca mirif huruf “eu”), kadang ditulis dengan huruf “o” biasa. Merupakan salah satu hotel Eropa ternama di Kota Pasuruan pada awal abad...
14 May, 2026
Di sisi kanan-kiri Jalan Soekarno-Hatta (dulu bernama Grote Postweg – Jalan Raya Pos), Probolinggo, berdiri sebuah kompleks bangunan tua yang kokoh dan megah. Saat ini dikenal sebagai Markas Kompi A dan B Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 10 Kostrad. Namun, hanya...
14 May, 2026
Di sudut pertemuan Klentengstraat (sekarang Jl. W.R. Supratman) dan Schoolstraat (sekarang Jl. Imam Bonjol) di Probolinggo, pernah berdiri sebuah lembaga pendidikan yang menjadi simbol perjuangan, pengorbanan, dan harapan di masa-masa tergelap Depresi Besar. Namanya:...
13 May, 2026
Lebih dari satu abad sudah Gereja Katolik Probolinggo hadir di tengah kota ini (1924-2026). Dari masa ke masa, dari pastor ke pastor, dari umat ke umat, pelayanan itu terus mengalir. Mari kita sejenak mundur ke belakang, menyapa para perintis yang dulu memulai...
1 May, 2026
Sebelum menceritakan kisah para suster dari Probolinggo lebih lanjut, kita akan membahas secara singkat peristiwa yang dialami para suster di Jember, Lawang, dan Lumajang. Mereka juga anggota dari Kongregasi O. L. Vrouw yang sama, sebelum akhirnya dipertemukan dengan...
30 Apr, 2026
Kehidupan Di Bawah Rezim Baru Kejadian Lucu: Tentara Jepang Lari Ketakutan (Mei 1942) Di suatu hari Minggu pagi, sekitar 20 tentara Jepang yang dipimpin seorang perwira memasuki halaman biara. Mereka melihat bangsal olahraga beratap di belakang asrama putra dan...
30 Apr, 2026
Berawal dari 7 (tujuh) orang suster pionir dari Kongregasi Onze Lieve Vrouw van Amersfort dengan salib kecil di dada dan mimpi besar di hati. Mereka datang ke Probolinggo pada tahun 1926, membangun kerajaan kasih di tanah rantau. Tujuh belas tahun mereka mengabdi....
3 Feb, 2026
Sejarah penyediaan energi listrik di Jawa Timur merupakan salah satu babak penting dalam perjalanan modernisasi wilayah ini, dari masa akhir abad ke-19 hingga pemulihan pasca-perang kemerdekaan. Artikel ini menyajikan terjemahan dan penyajian ulang dari naskah asli...
30 Jan, 2026
Sebuah laporan yang dibuat oleh pejabat sementara (waarneming) Asisten Residen Lumajang, W.C. Schoevers, berjudul “Late Rapport Loemadjang” (Laporan terlambat Lumajang) mencatat operasi pergerakan pasukan dan pegawai administrasi Belanda untuk menduduki...
28 Jan, 2026
EPOS DARI RIMBA DAN HARIMAU (Dari M.-redaktur kami.) Berburu Bersama Tuan Ledeboer – Telah Menembak Lebih Dari Seratus Harimau – Senjata Apa Yang Digunakannya – Mitos Tentang Harimau Sendirian di Hutan Tuan Ledeboer yang terkenal dari Hyang, yang...
21 Jan, 2026
A. J. M. Ledeboer, atau lengkapnya Adriaan Johan Marie Ledeboer, bersama saudaranya Bernard adalah sosok kontroversial di Jawa Timur. Selain dikenal sebagai pemburu ulung harimau (klaim membunuh lebih dari 100 ekor) sekaligus pionir konservasi alam partikelir di...
16 Jan, 2026
Artikel ini merupakan lanjutan dari seri liputan pada tahun 1935 oleh M.-Redacteur alias tuan M(isset) dari De Indische Courant, ditulis pada awal tahun 1936. Tuan I. H. Misset menulis tentang upaya A. J. M. Ledeboer membuka Dataran Tinggi Hyang untuk wisata alam...
14 Jan, 2026
Membuka Akses Rencana Hotel dan Bandara Tertinggi di Hindia Hyang telah menarik perhatian penulis artikel-artikel ini selama bertahun-tahun, dan sebagai jurnalis alam, ia selalu berharap untuk berkunjung lagi. Namun, karena izin harus diminta dan seorang editor harus...
14 Jan, 2026
Hak Guna Usaha (Erfpacht) Ledeboer Sejarah Awal dan Investigasi pemerintah. Kabut misterius yang menyembunyikan dataran Hyang dari pandangan disebabkan oleh dua keadaan. Pertama, karena letaknya yang terpencil, hanya ada dua jalur yang menuju ke puncaknya, jalur yang...
14 Jan, 2026
Melawan kebakaran dan perburuan liar! Beginilah keadaannya di masa lalu. Padang rumput tertinggi disebut “Herterdal” dalam karya Dr. Groneman. Namun, nama ini tidak dikenal di Dataran Tinggi Hyang dan karena itu telah hilang. Karena seluruh dataran adalah...
13 Jan, 2026
Tipe Lanskap Kabut telah memenangkan pertempuran melawan cahaya. Suasana kelabu menyelimuti sekeliling. Jalan yang tadinya relatif lebar kini menjadi sempit dan licin, sehingga kami hanya bisa melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Hutan itu kini hanya mengenal...
13 Jan, 2026
Mendaki Gunung, Dulu dan Kini Setelah berpamitan dengan tuan rumah kami, tuan Ledeboer, kami berkendara melalui Klakah menuju Probolinggo, lalu berbelok ke jalan menuju Maron di tengah perjalanan antara kedua tempat tersebut. Sedikit lebih jauh dekat Pekalen, sebuah...