MAX DAUTHENDEY : Penyair dan Pelukis Jerman yang Terdampar di Malang

MAX DAUTHENDEY : Penyair dan Pelukis Jerman yang Terdampar di Malang

Di kota Malang yang sejuk di pegunungan Jawa Timur, sejarah mencatat akhir perjalanan hidup seorang seniman besar Jerman. Ia menjadi korban Perang Dunia I, bukan di medan laga, melainkan di pengasingan yang sunyi. Ia adalah Max Dauthendey (1867โ€“1918), penyair dan...
Riwayat Han Tiauw Hing dan Rumah HT di Kota Pasuruan

Riwayat Han Tiauw Hing dan Rumah HT di Kota Pasuruan

Asal Usul dan Keluarga Han Tiauw Hing lahir pada tahun 1887 di Pasuruan, sebagai putra dari pasangan Han Hoo Tjoan dan Kwee Tjiam Nio. Ia adalah salah satu putra dalam keluarga besar Hanโ€”sebuah klan Tionghoa peranakan yang dikenal sebagai tuan tanah dan pengusaha gula...
Catatan Perjalanan Ekspedisi Militer VOC Melawan Suropati Tahun 1706

Catatan Perjalanan Ekspedisi Militer VOC Melawan Suropati Tahun 1706

I Sebuah deskripsi yang dangkal namun hidup tentang sebuah ekspedisi militer di Jawa, serta beberapa halaman yang paling menarik dari karya Valentijn, Oud en Nieuw Oost Indiรซ, kita peroleh berkat partisipasi tidak sukarela pria tersebut dalam ekspedisi melawan...
Sekolah Netral di Malang : Pendidikan Elite Non-Denominasi dan Gender

Sekolah Netral di Malang : Pendidikan Elite Non-Denominasi dan Gender

Pada awal abad ke-20, lanskap pendidikan di Hindia Belanda didominasi oleh dua kubu besar: sekolah-sekolah berbasis Katolik (dikelola oleh ordo-ordo biara seperti Ursulin) dan sekolah-sekolah berbasis Protestan (dikelola oleh zending). Di tengah persaingan ideologis...
Legenda Rumah Singa dan Riwayat Tan Kong Sing di Pasuruan

Legenda Rumah Singa dan Riwayat Tan Kong Sing di Pasuruan

Tan Kong Sing (kadang ditulis Tan Kong Seng) adalah salah satu tokoh Tionghoa Peranakan terkaya di Pasuruan pada akhir abad ke-19. Ia tercatat sebagai pemilik setidaknya dua properti ikonik: Rumah Singa di Jalan Hasanuddin dan rumah di Kebon Agung, sebuah villa mewah...
Kehidupan di Kamp Interniran “Wijk” Malang (Bagian V)

Kehidupan di Kamp Interniran “Wijk” Malang (Bagian V)

Gerbang Goentoer (Guntur) yang besar โ€” dinamai dari jalan tempatnya berada โ€” telah tertutup rapat di belakang kami, ketika kami masuk kamp Wijk Malang. Gerbang utama Guntur berada di samping gereja jalan Ijen. Apa yang akan terjadi di masa depan kami? Banyak yang...
Dari Hotel ke Industri Mebel : Jejak Sejarah Hotel Neuf Pasuruan

Dari Hotel ke Industri Mebel : Jejak Sejarah Hotel Neuf Pasuruan

Di pusat Kota Pasuruan tepatnya di Heerenstraat (kini Jl. Balaikota), terdapat sebuah bangunan bersejarah yang telah melalui berbagai fungsi selama lebih dari satu abad. Bangunan ini pernah menjadi Hotel Neuf pada akhir abad ke-19, kemudian bertransformasi menjadi...
Galangan Perahu Modern dan Gudang Pengapalan Handelsbank Pasuruan

Galangan Perahu Modern dan Gudang Pengapalan Handelsbank Pasuruan

Di Jalan Balai Kota No. 14 di Kota Pasuruan, saat ini dikenal sebagai markas Kompi Bantuan Zipur 10/Jaladri Palaka. Derap langkah prajurit berseragam loreng dan kendaraan amfibi raksasa menjadi pemandangan sehari-hari di kawasan ini. Sebuah kontras mencolok dengan...
Sociรซteit Harmonie Pasuruan : Perjalanan Panjang 170 Tahun

Sociรซteit Harmonie Pasuruan : Perjalanan Panjang 170 Tahun

Pasuruan, Batavia Kecil di Timur Jawa Sebelum menelusuri sejarah Sociรซteit Harmonie, penting untuk memahami konteks kota Pasuruan pada masa kolonial. Pasuruan bisa disebut sebagai “Batavia kecil” karena memiliki pola tata kota yang mirip dengan ibu kota...
Wajah Kota Pasuruan di Akhir Abad-19

Wajah Kota Pasuruan di Akhir Abad-19

Pada tahun 1895, sebuah jurnal geografi terkemuka di Belanda, Tijdschrift van het Aardrijkskundig Genootschap (Jurnal Lembaga Geografi)”, memuat tulisan menarik dari W. de Wolff van Westerrode โ€“ yang kemungkinan besar pernah tinggal dan...