Tradisi Kuno “Senenan”

Tradisi Kuno “Senenan”

Sabtu, 15 Mei 1858, di pertengahan abad-19 atau 165 tahun yang lalu! Bertepatan dengan hari raya Idul Fitri, atau lebaran 1 Syawal 1274 H, tepat 170 tahun yang lalu dalam penanggalan Islam. Residen Pasuruan kala itu, Steinmetz, mengumumkan rangkaian agenda acara...
Banjir dan Kecelakaan Kereta Api di Probolinggo 1940

Banjir dan Kecelakaan Kereta Api di Probolinggo 1940

Kliping koran berita banjir dan kecelakaan kereta api di Probolinggo, yang terjadi pada 27 Januari 1940. Akibat hujan deras di Probolinggo pada Sabtu malam, 27 Januari 1940, sekitar pukul 22.00. “Kali Tjoeranmendjangan” (kini disebut Kali Curah Manjangan) yang...
Meletusnya Gunung Lamongan, Februari 1898

Meletusnya Gunung Lamongan, Februari 1898

Gunung “Lamongan” atau juga disebut “Lemongan” adalah sebuah gunung berapi yang masih aktif di Lumajang. Di sebelah selatan kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Gunung ini merupakan bagian dari kelompok pegunungan “Iyang”. Puncaknya...
Reformasi Administrasi Pemerintahan Jawa Timur 1928

Reformasi Administrasi Pemerintahan Jawa Timur 1928

Reformasi secara besar-besaran dilakukan pemerintah Hindia Belanda, khususnya di wilayah Jawa Timur, dilaksanakan pada tahun 1928. Sesuai dengan keputusan resmi Pemerintah Hindia Belanda, dengan Staatsblad 1925 No. 622, tentang Organisasi Administrasi...
Tengger dan Suku Tengger, Sekitar Tahun 1928

Tengger dan Suku Tengger, Sekitar Tahun 1928

Diterjemahkan dari buku “Tengger En De Tenggereezen” Karya J. E. Jesper (Resident Van Jogjakarta), Circa 1928. Sebagai bahan pembelajaran dan dokumentasi tentang sejarah, adat istiadat, dan berbagai aspek lain tentang Tengger dan Suku Tengger. Khususnya...
Untold Story Keluarga Dr. Mohamad Saleh Probolinggo Bagian V

Untold Story Keluarga Dr. Mohamad Saleh Probolinggo Bagian V

“TIBA” Empat tahun setelah keberangkatan saya dari Indonesia, saya berjalan di “Fred” (Frederik Hendriklaan). Cuaca musim semi yang cerah. Tiba-tiba seolah-olah tirai renda tipis dibuka di kedua sisinya. Saya melihat sekeliling dengan takjub...
Untold Story Keluarga Dr. Mohamad Saleh Probolinggo Bagian IV

Untold Story Keluarga Dr. Mohamad Saleh Probolinggo Bagian IV

Pada akhir September 1958, kami pergi ke Belanda dengan “Waterman”, sebuah kapal militer. Beberapa bulan sebelumnya, sahabat saya Jury dan Kyra Jablotchkoff, telah dikirim lebih dulu ke Belanda. Orang tua dan dua adik perempuan mereka akan segera menyusul....
Untold Story Keluarga Dr. Mohamad Saleh Probolinggo Bagian III

Untold Story Keluarga Dr. Mohamad Saleh Probolinggo Bagian III

“BANDUNG” Oma Hartman dan orang tua saya bisa mengatasi panasnya Surabaya dengan sangat baik. Tetapi anak-anak Saleh memudar di sana, dan harus dipindahkan menurut saran dokter. Untunglah pada tahun 1950, ayah saya mendapat kontrak di Akademi Pendidikan...
Rumah Keluarga “Schultz” di Probolinggo

Rumah Keluarga “Schultz” di Probolinggo

Berikut ini foto sebuah rumah pada 3 abad yang berbeda, milik keluarga “Schultz”, di Zeestraat 18 (Jalan Laut, sekarang Jalan Dr. M. Saleh), Kota Probolinggo di Jawa Timur. Foto pertama di tahun 1895 (abad ke-19), kakek nenek “Schultz” berfoto...
Untold Story Keluarga Dr. Mohamad Saleh Probolinggo, Bagian II

Untold Story Keluarga Dr. Mohamad Saleh Probolinggo, Bagian II

Banyak yang belum tahu, bahwa sebenarnya dr. Mohamad Saleh berkerabat dekat dengan warga negara Belanda. Kisah ini diterjemahkan dan disadur dari cerita yang ditulis oleh cucu beliau sendiri, “Wendy Saleh”. Berjudul “Hoe ik in Nederland...
Kisah “Anak Gula” Pabrik Gula Umbul Probolinggo

Kisah “Anak Gula” Pabrik Gula Umbul Probolinggo

“PABRIK GULA UMBUL PROBOLINGGO” Ditulis oleh : G. Servaas Peringatan : tulisan cukup panjang, jangan diteruskan kalau tidak tertarik untuk membaca! Ayah saya menyebut dataran di mana Probolinggo dan PG. Oemboel (Umbul) berada adalah “tempat parkir” yang...
Untold Story Keluarga Dr. Mohamad Saleh Probolinggo (Bagian I)

Untold Story Keluarga Dr. Mohamad Saleh Probolinggo (Bagian I)

Sejak era pemerintahan Hindia Belanda, Dokter Mohamad Saleh dan keluarganya sudah sangat dikenal di Probolinggo. Dokter yang populer ini, tidak sedikit dikarunia anak, yakni 9 (sembilan) orang, 7 (tujuh) diantaranya anak laki-laki. Yang sulung sudah menjadi dokter,...