18 Nov, 2023
Bukti perisitiwa terbunuhnya Babah Tumenggung Han Kik Ko, beserta beberapa perwira Inggris, dapat dijumpai di kampung benteng Mayangan, di kota Probolinggo. Berbentuk prasasti batu persegi empat, dengan tulisan dalam bahasa Inggris. Prasasti ini merupakan pindahan...
14 Nov, 2023
Probolinggo, Geschiedenis en Overlevering. Uit Officieele Publicaties, Lekkerkerker, 1931 adalah buku tentang sejarah dan tradisi Probolinggo. Sebuah terbitan resmi (Official) oleh Dr. J. G. W. Lekkerkerker. Sumber/Link...
11 Nov, 2023
Sabtu, 15 Mei 1858, di pertengahan abad-19 atau 165 tahun yang lalu! Bertepatan dengan hari raya Idul Fitri, atau lebaran 1 Syawal 1274 H, tepat 170 tahun yang lalu dalam penanggalan Islam. Residen Pasuruan kala itu, Steinmetz, mengumumkan rangkaian agenda acara...
30 Oct, 2023
Kliping koran berita banjir dan kecelakaan kereta api di Probolinggo, yang terjadi pada 27 Januari 1940. Akibat hujan deras di Probolinggo pada Sabtu malam, 27 Januari 1940, sekitar pukul 22.00. “Kali Tjoeranmendjangan” (kini disebut Kali Curah Manjangan) yang...
29 Oct, 2023
Gunung “Lamongan” atau juga disebut “Lemongan” adalah sebuah gunung berapi yang masih aktif di Lumajang. Di sebelah selatan kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Gunung ini merupakan bagian dari kelompok pegunungan “Iyang”. Puncaknya...
25 Oct, 2023
Reformasi secara besar-besaran dilakukan pemerintah Hindia Belanda, khususnya di wilayah Jawa Timur, dilaksanakan pada tahun 1928. Sesuai dengan keputusan resmi Pemerintah Hindia Belanda, dengan Staatsblad 1925 No. 622, tentang Organisasi Administrasi...
19 Oct, 2023
Buku karangan W. Keizer yang diterjemahkan dalam bahasa Madura, untuk murid-murid sekolah dasar Madura. Yaitu oleh seorang tokoh guru di Probolinggo, Marzuki Wirjowijoto, ketika masih berdinas di Situbondo. Sebelum akhirnya beliau ditempatkan di Probolinggo sampai...
17 Oct, 2023
Buku tulisan J. E. Jasper, Residen di Jogjakarta, tentang Tengger dan Suku Tengger, ditulis sekitar tahun 1928. Sumber/Link...
17 Oct, 2023
Diterjemahkan dari buku “Tengger En De Tenggereezen” Karya J. E. Jesper (Resident Van Jogjakarta), Circa 1928. Sebagai bahan pembelajaran dan dokumentasi tentang sejarah, adat istiadat, dan berbagai aspek lain tentang Tengger dan Suku Tengger. Khususnya...
15 Oct, 2023
“TIBA” Empat tahun setelah keberangkatan saya dari Indonesia, saya berjalan di “Fred” (Frederik Hendriklaan). Cuaca musim semi yang cerah. Tiba-tiba seolah-olah tirai renda tipis dibuka di kedua sisinya. Saya melihat sekeliling dengan takjub...
15 Oct, 2023
Pada akhir September 1958, kami pergi ke Belanda dengan “Waterman”, sebuah kapal militer. Beberapa bulan sebelumnya, sahabat saya Jury dan Kyra Jablotchkoff, telah dikirim lebih dulu ke Belanda. Orang tua dan dua adik perempuan mereka akan segera menyusul....
12 Oct, 2023
Peta kota Probolinggo yang dibuat antara tahun 1817-1855, masa dimana kota Probolinggo masih masuk dalam wilayah karesidenan Besuki. Sumber/Link...
8 Oct, 2023
Peta kota Probolinggo tahun 1881 Sumber/Link...
5 Oct, 2023
3 Oct, 2023
“BANDUNG” Oma Hartman dan orang tua saya bisa mengatasi panasnya Surabaya dengan sangat baik. Tetapi anak-anak Saleh memudar di sana, dan harus dipindahkan menurut saran dokter. Untunglah pada tahun 1950, ayah saya mendapat kontrak di Akademi Pendidikan...
27 Sep, 2023
Berikut ini foto sebuah rumah pada 3 abad yang berbeda, milik keluarga “Schultz”, di Zeestraat 18 (Jalan Laut, sekarang Jalan Dr. M. Saleh), Kota Probolinggo di Jawa Timur. Foto pertama di tahun 1895 (abad ke-19), kakek nenek “Schultz” berfoto...
27 Sep, 2023
Banyak yang belum tahu, bahwa sebenarnya dr. Mohamad Saleh berkerabat dekat dengan warga negara Belanda. Kisah ini diterjemahkan dan disadur dari cerita yang ditulis oleh cucu beliau sendiri, “Wendy Saleh”. Berjudul “Hoe ik in Nederland...
20 Sep, 2023
“PABRIK GULA UMBUL PROBOLINGGO” Ditulis oleh : G. Servaas Peringatan : tulisan cukup panjang, jangan diteruskan kalau tidak tertarik untuk membaca! Ayah saya menyebut dataran di mana Probolinggo dan PG. Oemboel (Umbul) berada adalah “tempat parkir” yang...
20 Sep, 2023
Sejak era pemerintahan Hindia Belanda, Dokter Mohamad Saleh dan keluarganya sudah sangat dikenal di Probolinggo. Dokter yang populer ini, tidak sedikit dikarunia anak, yakni 9 (sembilan) orang, 7 (tujuh) diantaranya anak laki-laki. Yang sulung sudah menjadi dokter,...